TABANAN, Radar Bali.id – Menjelang perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan, Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan gencar melakukan pemantauan harga dan ketersediaan komoditas pangan prioritas di sejumlah pasar tradisional.
Pemantauan intensif yang dilakukan di sekitar 10 pasar tradisional sejak Sabtu (15/11/2025) ini bertujuan untuk mengantisipasi gejolak harga dan memastikan stabilitas pasokan bagi masyarakat.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan, Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti, menyatakan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok masih relatif terkendali.
“Secara umum, harga komoditas pangan di pasar tradisional masih dalam kategori terkendali. Fluktuasi yang terjadi pada beberapa komoditas masih berada pada batas wajar,” ungkap Sri Widyanti.
Komoditas yang Mengalami Fluktuasi
Meskipun secara umum stabil, pemantauan menunjukkan adanya kenaikan tipis pada beberapa komoditas hortikultura yang banyak dicari menjelang hari raya:
Sementara itu, harga komoditas utama lainnya terpantau stabil, dengan beras premium di angka Rp $16.125$/Kg dan minyak goreng Rp $21.000$ per liter. Kelompok protein hewani seperti daging babi (Rp $89.375$/Kg) dan daging ayam ras (Rp $41.222$/Kg) juga berada di kisaran harga yang terkendali.
Imbauan: Belanja Sesuai Kebutuhan
Sri Widyanti menegaskan komitmen pemerintah untuk terus berkoordinasi dengan distributor dan pedagang agar pasokan aman dan harga tidak melonjak signifikan.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja menjelang Galungan. "Kami mendorong masyarakat untuk membeli kebutuhan sesuai kebutuhan dan tidak melakukan aksi borong yang berlebihan. Dengan demikian, stabilitas harga dan pasokan dapat terus terjaga,” pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita