TABANAN, Radar Bali.id – Sebuah ruas jalan vital yang menghubungkan Luwus (Tabanan) dengan Petang (Badung) kini terancam putus total setelah badan jalan di Banjar Dinas Poyan, Desa Luwus, Baturiti, ambruk sedalam hampir 10 meter akibat dihantam hujan deras pada Kamis (11/12/2025) lalu.
Kerusakan masif ini praktis memutus akses kendaraan roda empat di jalur perbatasan tersebut, memaksa warga harus memutar jauh atau hanya mengandalkan kendaraan roda dua untuk melintas di sisa badan jalan.
Gorong-gorong Tua Tak Kuat Menahan Banjir
Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPK) Tabanan, I Gede Parta, menjelaskan bahwa kerusakan parah ini dipicu oleh luapan air saluran irigasi subak dan air hujan yang meluber.
"Kondisi gorong-gorong jalan itu sudah lama, tidak kuat menahan debit luapan air," ungkap Partana, Senin (15/12/2025).
Parta merincikan skala kerusakan yang mengerikan: lebar jalan yang ambrol tersebut mencapai lebih dari 10 meter dengan kedalaman yang hampir sama.
Setengah dari badan jalan yang tersisa kini sangat rawan dilalui, sehingga kendaraan besar dilarang melintas.
Perbaikan Ditunda Hingga 2026, Telan Ratusan Juta
Masyarakat yang mengandalkan jalur ini terpaksa harus bersabar. Mengingat insiden terjadi di penghujung tahun anggaran 2025, proses perbaikan jalan secara permanen harus ditunda hingga tahun 2026.
DPUPRPK Tabanan kini tengah menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pengerjaan perbaikan.
"Kami tengah buatkan rencana anggaran biaya (RAB) untuk perbaikan. Usulan pengerjaan perbaikan untuk tahun depan (2026)," jelas Partana, seraya memperkirakan biaya perbaikan akan mencapai ratusan juta rupiah.
Imbauan Jaga Saluran Air
Di tengah musim hujan yang intens, Partana mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga infrastruktur jalan dan air. Ia meminta warga tidak membuang sampah dan membersihkan saluran air di sisi pinggir jalan agar kejadian serupa tidak terulang.
Selain itu, Partana juga meminta masyarakat aktif melaporkan jika menemukan kondisi jalan yang amblas atau jebol lainnya. "Segera melapor sehingga memudahkan kami untuk menindaklanjuti," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita