Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tergiur Gaji Tinggi dan Keamanan Terjamin, Animo Warga Tabanan Jadi Pekerja Migran Terus Melonjak Tinggi

Juliadi Radar Bali • Selasa, 10 Februari 2026 | 08:30 WIB
TERGIUR KARENA GAJI TINGGI : Calon tenaga kerja asal Tabanan yang mengurus dokumen mereka untuk menjadi PMI. (juliadi)
TERGIUR KARENA GAJI TINGGI : Calon tenaga kerja asal Tabanan yang mengurus dokumen mereka untuk menjadi PMI. (juliadi)

 

TABANAN, Radar Bali.id  – Kantor Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan ramai didatangi warga yang mengurus dokumen keberangkatan keluar negeri pada Senin (9/2). Fenomena ini mempertegas posisi Tabanan sebagai salah satu dari tiga besar penyumbang Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbanyak di Bali.

Data tahun 2025 mencatat sebanyak 1.318 warga Tabanan mendaftar sebagai Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), dengan 985 orang di antaranya telah sukses ditempatkan di luar negeri.

Tren positif ini berlanjut di awal 2026, di mana sepanjang Januari saja sudah ada 75 pendaftar dengan tingkat penempatan yang mencapai 94 persen.

Pegawai Fungsional Pengantar Kerja, I Gede Ekananda Hartika, menyebutkan bahwa gaji yang jauh melampaui standar domestik menjadi daya tarik utama. "Selain upah yang berstandar internasional, jaminan keamanan dari perusahaan yang terdaftar di Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) juga menjadi alasan warga merasa tenang bekerja di luar negeri," jelasnya.

Mayoritas CPMI asal Tabanan masih mengincar sektor kapal pesiar, disusul bidang hospitality dan spa di wilayah Turki, Eropa, hingga Timur Tengah.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Ni Putu Ayu Lily Ambariasih, mengingatkan warga agar selalu menempuh jalur prosedural. "Kami melakukan verifikasi ketat agar data terinput di sistem SiskoP2MI. Ini demi keselamatan pekerja agar tidak tersandung masalah hukum di kemudian hari. Jangan tergiur jalur non-prosedural," tegasnya.[*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#keimigrasian #tki #naker Indonesia #pmi #Kerja di Luar Negeri