TABANAN, Radar Bali. id – Jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk di wilayah Tabanan terbukti lebih ramah bagi pemudik tahun ini. Operasi Ketupat 2026 yang digelar Polres Tabanan sukses memangkas angka kecelakaan lalu lintas hingga 44 persen!
Jika pada musim mudik 2025 lalu tercatat ada 32 insiden kecelakaan, tahun ini jumlahnya menyusut menjadi 18 kasus saja.
Kasat Lantas Polres Tabanan, AKP Anton Suherman, membeberkan rahasianya. Pihaknya menerapkan 'pagar betis' alias pengamanan berlapis.
Baca Juga: Nahas, Lupa Pasang Rambu Darurat Usai Ban Pecah, Truk Logistik Dihantam Pikap di Jalur Tengkorak
Personel disebar di titik rawan (black spot) dan teknologi pemantauan arus dimaksimalkan. Rekayasa lalu lintas ke jalur alternatif juga sukses membuat wilayah Tabanan hingga Selemadeg Barat bebas dari macet horor.
Baca Juga: Targetkan Mudik Aman di Jalur Tengkorak, Polres Tabanan Siapkan 4 Pos Strategis dan Rest Area Truk
Namun, bukan berarti tanpa kendala. Polisi dibuat mengelus dada oleh ulah sopir truk sumbu tiga yang masih nekat melintas bebas, mengabaikan surat edaran pembatasan dari pemerintah.
Baca Juga: Duh, Tragedi di Jalur Tengkorak: Adu Jangkrik Dua Truk di Selemadeg, Satu Penumpang Tewas Terjepit
Kondisi makin pelik saat terjadi antrean mengular berjam-jam di Pelabuhan Gilimanuk. Untuk mencegah jalur terkunci, polisi terpaksa melakukan penyekatan dan 'mengandangkan' truk-truk besar tersebut ke kantong-kantong parkir.
"Ini jadi bahan evaluasi serius kami. Ke depan, penyekatan terhadap truk sumbu tiga harus diperbanyak, begitu juga dengan penyediaan kantong parkir," tegas AKP Anton pada Jumat (3/4/2026).[*]
Editor : Hari Puspita