Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Petakan Potensi Bencana, Ini Ancaman di Wilayah Lumbung Padi

Juliadi Radar Bali • Jumat, 24 April 2026 | 19:03 WIB
LONGSOR : Tanah longsor di Pupuan, Tabanan, . Tanah longsor seribaru-baru ini. (Juliadi/Radar Bali)
LONGSOR : Tanah longsor di Pupuan, Tabanan, . Tanah longsor seribaru-baru ini. (Juliadi/Radar Bali)

TABANAN, RadarBali.id – Sebagai wilayah dengan luas daratan terbesar kedua di Bali, Kabupaten Tabanan menyimpan pesona alam yang kontras: dari lereng pegunungan yang hijau hingga pesisir pantai selatan yang eksotis.

Baca Juga: Tebing Longsor, Akses Jembatan Peken Belayu – Kukuh Dibatasi untuk Kendaraan Berat

Namun, di balik keindahan topografinya, terdapat "alarm" waspada yang tak boleh diabaikan.

Sekretaris Daerah Tabanan, I Gede Susila, mengungkapkan bahwa berdasarkan reviu dokumen kajian risiko bencana tahun 2022–2026, Tabanan menghadapi sembilan jenis ancaman bencana dari total 14 potensi bencana nasional. Angka ini bukanlah sekadar statistik, melainkan cerminan dari kondisi tanah Tabanan yang variatif dan terkadang labil.

Peta Risiko: Dari Perbukitan hingga Pesisir

Ancaman bencana di Tabanan terbagi secara geografis mengikuti kontur alamnya:

"Kajian Risiko Bencana ini adalah dokumen fundamental. Kita butuh perencanaan yang matang dan kolaboratif untuk mitigasi hingga pemulihan pasca-bencana," tegas Susila dalam Focus Group Discussion (FGD) di Tabanan, Kamis (23/4/2026).

Kolaborasi Lintas Sektor

Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, menambahkan bahwa penanggulangan bencana bukan "pertunjukan tunggal" pemerintah. Melalui FGD yang melibatkan BMKG hingga PLN ini, pihaknya berupaya menyusun strategi yang aplikatif.

"Kami butuh data akurat dan dukungan semua pihak. Tujuannya satu: mempercepat respons dan memastikan masyarakat paham cara menyelamatkan diri sebelum bencana benar-benar terjadi," pungkas Srinadha Giri.[*]

Editor : Hari Puspita
#bencana alam #tabanan #bpbd #longsor #Pemetaan Bencana