TABANAN, Radar Bali.id – Memasuki hari ketiga, pencarian terhadap Made Didia,84, petani lansia asal Desa Jegu yang tersesat di Gunung Batukaru, kian diintensifkan.
Tim gabungan dari Brimob, Basarnas, hingga relawan kini menggunakan teknologi drone thermal untuk menyisir area yang sulit dijangkau.
Baca Juga: Terpisah dari Rombongan, Pendaki Lansia 84 Tahun Hilang di Hutan Gunung Batukaru
Lansia tangguh ini dilaporkan hilang sejak Sabtu (25/4/2026). Awalnya, ia mendaki bersama rombongan berjumlah 14 orang melalui jalur Pura Jatiluwih.
Namun, saat perjalanan turun sekitar pukul 18.30 Wita, Made Didia terpisah setelah mencoba menyusul dua rekannya yang berjalan lebih cepat untuk urusan adat.
"Kami menyisir area timur dan barat dari titik terakhir korban terlihat. Drone thermal sangat membantu untuk memperluas jangkauan pandang dari udara," ujar Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Subadi.
Medan yang terjal dan cuaca ekstrem di ketinggian menjadi tantangan utama bagi 32 personel yang dikerahkan. Hingga Senin (27/4) sore, keberadaan Made Didia masih misterius.
Mengingat faktor keamanan dan jarak pandang, pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali dengan harapan korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.[*]
Editor : Hari Puspita