TABANAN, Radar Bali.id – Ada pemandangan berbeda dalam peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 di Lapas Kelas IIB Tabanan, Senin (27/4/2026).
Bukan sekadar seremoni, pihak Lapas meluncurkan program pemberdayaan ekonomi dengan menyerahkan satu unit gerobak UMKM kepada keluarga warga binaan.
Baca Juga: 132 Narapidana Lapas Tabanan Terima Remisi Nyepi dan Idul Fitri
Langkah ini menjadi terobosan perdana secara nasional untuk menjaga ketahanan ekonomi keluarga yang kehilangan tulang punggung karena masa pidana.
- Kriteria Penerima: Dipilih secara ketat berdasarkan kedisiplinan dan keaktifan warga binaan dalam program pembinaan.
- Target Utama: Keluarga yang dinilai siap dan kompeten mengelola usaha.
Kalapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengakui program ini adalah upaya menekan dampak sosial meski pihaknya masih bergelut dengan masalah overkapasitas.
Saat ini, Lapas yang idealnya dihuni 62 orang harus menampung 237 penghuni—hampir empat kali lipat dari kapasitas normal.
Salah satu penerima, I Made Arif Hartawan, mengaku bersyukur. "Istri saya nanti yang jualan bakso atau cilok di Desa Kebon Padangan. Bantuan ini hasil dari bekal latihan pembinaan UMKM yang saya dapat di dalam Lapas," ujarnya optimis.[*]
Editor : Hari Puspita