Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Penataan Wajah Kota Tabanan di Jalan Gajah Mada Tabanan segera Dimulai, Pedagang Pasar Senggol Direlokasi

Juliadi Radar Bali • Jumat, 15 Mei 2026 | 09:36 WIB
GELAR SOSIALISASI : Sosialisasi kepada pedagang Tabanan terkait Pemkab Tabanan yang melakukan penataan di areal Jalan Gajah Mada. (juliadi/radar bali)
GELAR SOSIALISASI : Sosialisasi kepada pedagang Tabanan terkait Pemkab Tabanan yang melakukan penataan di areal Jalan Gajah Mada. (juliadi/radar bali)

TABANAN, Radar Bali.id – Pemkab Tabanan mulai tancap gas dalam megaproyek penataan kawasan perkotaan, dengan total anggaran fantastis mencapai Rp 60 miliar, Jalan Gajah Mada akan segera dipercantik, beriringan dengan revitalisasi total Terminal Pesiapan.

Baca Juga: Mirip Jalan Gajah Mada di Denpasar, Tabanan Siapkan Rp 60 Miliar, Jalan Gajah Mada Disulap Jadi Kawasan Heritage Mewah

Kepastian ini terungkap dalam sosialisasi yang digelar Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Tabanan bersama ratusan pedagang Pasar Senggol di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Kamis (14/5/2026).

Relokasi Dua Tahap: Gedung Mario Jadi Persinggahan

Proyek besar ini akan membawa perubahan signifikan bagi ratusan pedagang yang sudah puluhan tahun berjualan di pusat kota. Berikut adalah skema relokasi yang telah disepakati:

1.    Mulai Juni 2026: Selama proses pengerjaan Jalan Gajah Mada, pedagang akan direlokasi sementara ke Halaman Gedung Kesenian I Ketut Mario.

2.    Akhir Desember 2026: Setelah revitalisasi Terminal Pesiapan rampung, seluruh pedagang Pasar Senggol akan menetap secara permanen di lokasi baru tersebut.

Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gede Partana, menegaskan bahwa pengerjaan fisik akan dimulai awal Juni mendatang. "Target kami selesai pada akhir Desember 2026. Anggaran Rp 60 miliar dibagi rata, Rp 30 miliar untuk pavingnisasi dan trotoar Jalan Gajah Mada, serta Rp 30 miliar untuk wajah baru Terminal Pesiapan," jelasnya.

Suara Pedagang: Setuju dengan Catatan

Meski menyatakan dukungan penuh demi kerapian kota, para pedagang menyisipkan sejumlah kekhawatiran. Humaidi, salah seorang pedagang asal Banjar Tunggal Sari, meminta pemerintah menjamin keberlangsungan ekonomi mereka di tempat baru.

"Kami setuju demi perubahan wajah kota. Namun, kami mohon pemerintah rajin menggelar event di Terminal Pesiapan nanti agar warga tahu lokasi baru kami dan pasar tidak sepi," ujar Humaidi.

Selain masalah keramaian, pedagang juga mewanti-wanti munculnya "pedagang bayangan" atau rombong liar yang nekat berjualan di Jalan Gajah Mada setelah ditata. Mereka mendesak Satpol PP Tabanan untuk melakukan pengawasan ketat agar tidak ada pedagang baru yang mengambil lahan di lokasi lama saat mereka sudah tertib pindah.

Detail Penataan

Proyek penataan Jalan Gajah Mada tidak hanya sekadar perbaikan jalan, namun meliputi:

Dengan anggaran yang bersumber dari APBD Tabanan ini, wajah pusat kota diharapkan menjadi lebih modern, bersih, dan menjadi daya tarik wisata kuliner serta belanja yang lebih representatif bagi warga lokal maupun wisatawan. [*]

Editor : Hari Puspita
#penataan kota #jalan gajah mada tabanan #PUPR Tabanan #renovasi #revitalisasi