TABANAN, Radar Bali.id – Setelah sukses memindahkan ratusan pedagang pasar senggol ke areal Gedung Kesenian Tabanan, Pemkab Tabanan kini membidik Terminal Pesiapan untuk ditata ulang.
Baca Juga: Tiket Bus Mudik Lebaran Tahun Ini Ludes di Terminal Pesiapan, Harga ,Melonjak hingga 70 Persen
Sejumlah pedagang yang selama ini menggantungkan hidup di Terminal Pesiapan, Dauh Pala, Desa Dauh Peken, dipastikan akan segera direlokasi dalam waktu dekat menyusul rencana proyek revitalisasi besar-besaran terminal tersebut.
Sosialisasi di Tempat Ibadah
Untuk memuluskan proses pemindahan dan meminimalkan gesekan dengan para pedagang, Pemkab Tabanan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR) bergerak cepat dengan menggelar sosialisasi awal pada Senin (25/5/2026).
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tabanan, I Gde Made Partana, mengungkapkan bahwa relokasi para pedagang Pasar Pesiapan ini ditargetkan rampung secepatnya sebelum peluit tanda dimulainya proyek fisik ditiup pada 1 Juli mendatang. Sebagai langkah awal, pihak dinas mengumpulkan para pedagang untuk berdialog.
"Sosialisasi Senin (25/5/2026) ini sengaja kami pusatkan di Musala Nurul Falah, Jalan Pulau Batam, Dauh Pala, agar komunikasi dengan para pedagang berjalan lebih sejuk dan persuasif," ujar Partana, Minggu (24/5/2026) kemarin.
Mengenai lokasi penampungan sementara, Partana membeberkan bahwa para pedagang akan ditempatkan di lahan bekas Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan yang berlokasi di Jalan Kutilang.
Lahan tersebut dinilai siap bangun karena bangunan lamanya sudah diratakan dengan tanah. "Rencananya di sana lokasinya, tapi tentu kami matangkan dulu lewat sosialisasi bersama pedagang," tambahnya.
Skema Belah Dua Jalan Gajah Mada
Lebih lanjut, Partana memaparkan bahwa proyek Penataan Jalan Gajah Mada dan Revitalisasi Terminal Pesiapan ini perkembangannya sudah memasuki babak akhir proses lelang tender.
Bahkan, nama rekanan pemenang tender sudah resmi dikantongi dinas. "Senin besok (hari ini) kami umumkan pemenangnya, karena hari Selasa dijadwalkan langsung melakukan tanda tangan kontrak kerja," cetusnya.
Disinggung mengenai kekhawatiran masyarakat terkait potensi kemacetan parah saat proyek Jalan Gajah Mada dimulai, Partana mengaku sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas yang matang. Mengingat poros Jalan Gajah Mada merupakan jalur satu arah (one way), pengerjaan fisik akan menggunakan sistem belah badan jalan.
"Teknisnya kami kerjakan setengah badan jalan dulu. Bahu jalan di sisi kanan diselesaikan lebih awal, jika sudah rampung baru dilanjutkan ke bahu jalan sisi kiri. Jadi separuh-separuh pengerjaannya agar roda lalu lintas kota tetap bisa mengalir. Untuk eksekusinya, kami akan berkoordinasi ketat dengan Dinas Perhubungan Tabanan," pungkas Partana. [*]
Editor : Hari Puspita