Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cuan Menjanjikan dari Ayam Caru: Bisnis Sampingan Perbekel Desa Buahan Tabanan yang Tembus Ribuan Ekor

Juliadi Radar Bali • Sabtu, 30 Mei 2026 | 08:04 WIB
MENJANJIKAN : Perbekel Desa Buahan I Gede Ari Wastika ditemui di kandang miliknya yang beternak ayam caru untuk kebutuhan upacara keagamaan. (juliadi/radar bali)
MENJANJIKAN : Perbekel Desa Buahan I Gede Ari Wastika ditemui di kandang miliknya yang beternak ayam caru untuk kebutuhan upacara keagamaan. (juliadi/radar bali)

Tak banyak yang tahu bahwa bisnis unggas yang satu ini terbilang minim risiko dan cukup menjanjikan. Juga tak perlu lahan terlalu luas.

BICARA soal bisnis peternakan, ingatan masyarakat biasanya langsung tertuju pada ayam ras pedaging atau petelur.

Baca Juga: Usai Pasar Menanga Terbakar Ternyata Pedagang Menolak Dipindahkan, Desa Adat Gelar Pecaruan

Namun di tangan I Gede Ari Wastika, seorang warga asal Desa Buahan, Tabanan, peluang bisnis justru datang dari jenis unggas yang sangat dekat dengan tradisi lokal: ayam caru.

Berawal dari tingginya kebutuhan sarana upacara keagamaan (Yadnya) di Bali, pria yang juga menjabat sebagai Perbekel (Kepala Desa) Buahan ini sukses menyulap lahan sempit menjadi ladang bisnis yang menjanjikan.

Baca Juga: Pemkab Klungkung Gelar Upacara Bhuta Yadnya Caru Lebur Gangsa Nawa Gempang di Pasar Galiran, Wujudkan Keseimbangan Alam dan Kenyamanan Pedagang

Bagi Ari Wastika, beternak ayam caru awalnya hanyalah sebuah hobi produktif untuk melepas penat di luar jam dinasnya sebagai pelayan masyarakat.

"Hitung-hitung sebagai refreshing sehabis bekerja dan mengisi waktu luang. Beternak ayam caru ini dibantu pula oleh istri," ujar Ari Wastika saat ditemui di kandangnya, Kamis (28/5).

Bermodal Otodidak di Lahan 3 Are

Ari menceritakan kisah awal mulanya terjun ke bisnis ini pada awal tahun 2023. Ia memulai langkah pertamanya dengan memelihara 200 ekor ayam caru jenis mentari. Hebatnya, seluruh proses pemeliharaan ia pelajari secara otodidak.

Memanfaatkan lahan terbatas seluas 3 are, Ari membangun 12 kandang model tertutup (boks) berbahan triplek dan kayu berukuran 1,5 x 2,5 meter. Siapa sangka, dengan manajemen ruang yang baik, fasilitas tersebut kini mampu menampung hingga 2.600 sampai 3.000 ekor ayam.

Catatan Teknis Budidaya Ayam Caru Ari Wastika:

Pasar Stabil, Harga Melonjak Setiap Nyepi

Alasan utama Ari memilih ayam caru adalah kepastian pasar. Sebagai elemen penting dalam ritual adat di Bali—terutama menjelang Hari Raya Nyepi—permintaan terhadap ayam jenis ini tidak pernah sepi. Saat ini, pasar utamanya mencakup wilayah domestik Desa Buahan hingga mencakup skala Kabupaten Tabanan.

Soal omzet, bisnis sampingan ini terbilang sangat lumayan. Dalam satu bulan normal, rata-rata penjualan Ari bisa mencapai 100 ekor.

"Harga ayam caru sendiri fluktuatif, berkisar antara Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per ekor. Tapi kalau sudah mendekati Hari Raya Nyepi, harga ayam caru pasti melonjak tinggi," pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#ayam caru #upacara #ternak ayam #tabanan #unggas