Tekan Kebocoran PAD dan Bansos Fiktif, Bupati Sanjaya Sambut Positif Digitalisasi Sistem Pajak di Tabanan

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 15:30 WIB
PELOTOTI BANSOS FIKTIF : Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.(Juliadi/Radar Bali)
PELOTOTI BANSOS FIKTIF : Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.(Juliadi/Radar Bali)

TABANAN, Radar Bali.id - Langkah peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Tabanan terus didorong. Sebelumnya, Dewan Tabanan sempat mendorong agar Pemkab Tabanan melakukan sejumlah terobosan dan inovasi guna mendongkrak penerimaan daerah.

Baca Juga: Korupsi Bansos Fiktif, Kicen Dituntut 22 Bulan, Dua Anaknya 17 Bulan

Salah satu opsi yang didorong yakni menerapkan sistem digitalisasi pada pemungutan pajak daerah dan retribusi untuk mencatat setiap transaksi PAD.

Dewan Tabanan menilai digitalisasi PAD sangat efektif untuk meminimalisasi kebocoran anggaran sekaligus menciptakan transparansi. 

Hal itu mengemuka saat rapat Badan Anggaran DPRD Tabanan bersama pihak eksekutif Pemkab Tabanan pada Senin (16/3/2026).

Dorongan dari Dewan Tabanan terkait proses digitalisasi PAD tersebut disambut positif oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya saat ditemui usai rapat di gedung Dewan Tabanan pada Kamis (23/7/2026).

Sanjaya menegaskan bahwa dirinya sangat setuju dengan penerapan proses digitalisasi PAD tersebut. Menurutnya, melalui digitalisasi, pencatatan transaksi akan menjadi sangat akurat dan presisi sehingga potensi kekeliruan data dapat diminimalisasi.

Sebagai contoh kecil, Pemkab Tabanan telah menerapkan proses absensi digital bagi para ASN yang terbukti sangat konkret. "Jadi saya sangat setuju digitalisasi PAD. Apalagi ini merupakan arahan dari pemerintah pusat," ujar Sanjaya.

Sanjaya menyebutkan, bukan hanya skema PAD yang perlu didigitalisasi, melainkan juga penyaluran hibah bansos serta proses pencairan bantuan lainnya ke masyarakat. Dengan mekanisme digital, tidak akan ada lagi pembagian ganda, ketidaktepatan sasaran, atau kekeliruan data. Langkah ini sekaligus ditujukan untuk mencegah munculnya bantuan yang bersifat fiktif.

Digitalisasi PAD, lanjutnya, sangat penting karena mampu mengeliminasi kebocoran pendapatan sektor perhotelan, rumah makan, perparkiran, dan potensi lainnya secara transparan. Ketika sistem ini diterapkan secara optimal, PAD Tabanan diyakini akan mengalami kenaikan signifikan.

"Saya dukung itu jika bisa diterapkan di Tabanan. Ini proses akuntabilitas dan menjamin bahwa potensi pendapatan daerah dapat dimaksimalkan," tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
bansos pajak pad pendapatan daerah digitalisasi