DENPASAR,radarbali.id- Pembangunan Tower Turyapada di Desa Pegayaman, Buleleng sudah mencapai 98 persen. Dinas Komunikasi Informatika, Statistik (Diskominfo) Provinsi Bali Gede Pramana mengatakan sebenarnya tower yang berfungsi pemancar siaran televisi digital sudah siap beroperasi.
Tujuannya untuk mengatasi blank spot sehingga masyarakat sekitar Karangasem, Buleleng dan Jembrana bisa menonton televisi tanpa parabola.
Beberapa waktu lalu sempat dilakukan uji coba. Selanjutnya tinggal pengerjaan jembatan kaca yang membutuhkan ketelitian. Pengerjaan cukup sulit karena terkendala cuaca.
"Sekarang 98 persen, tinggal jembata kaca karena memang memerlukan ketelitian yang benar sama ornamen-ornamen Bali. Itu yang masih berat kami kerjakan ya mudah-mudahan cuaca tidak mengganggu," katanya.
Pramana menargetkan 4 Juli bisa selesai sesuai dengan kontrak. Setelah selesai tinggal menunggu dari stasiun televisi pemegang multiplexer (mux) televisi digital untuk bisa memanfaatkan tower tersebut memancarluaskan televisi digital.
"Sebenarnya sekarang setelah uji coba ya udah jalan, Cuma sekarang teman-teman televisi yang tinggal masuk ke Turyapada itu," jelasnya.
Baca Juga: Persempit Peluang Oplos Gas Subsidi, Pertamina Perkuat Transaksi dengan NIK
Selain itu, Kadiskominfos berharap Artificial Intelligence digunakan di tower Turyapada. Pihaknya akan menyiapkan dana khusus untuk itu.
"Teknologi sekarang kan semua pakai, tentu pemerintah akan menyiapkan dana khusus, karena kalau kita tidak menerapkan itu akan tertinggal," jelasnya.
Teknologi Menara Turyapada ini juga memiliki tinggi bangunan 115 meter yang terletak pada ketinggian 1.521 m dari permukaan laut.
Sehingga total ketinggian Menara adalah 1.636 m dari permukaan laut. Paska rampung, pada puncak Menara akan dijadikan tempat pemasangan infrastruktur terpadu dan multi fungsi, yang terdiri dari layanan TV Digital terrestrial, telekomunikasi seluler, internet, dan komunikasi radio komunitas.***
Editor : M.Ridwan