Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bahas Penerapan AI, Telkom NeutraDC Perluas Ekspansi Bisnis Data Center ke Asia Tenggara dengan Infrastruktur Hyperscale

Tim Redaksi • Selasa, 27 Agustus 2024 | 05:49 WIB
TANTANGAN AI: Sejumlah pembicara dalam forum NeutraDC Summit 2024 dengan tema, The Other Side of AI di Sofitel Nusa Dua, Bali, Senin (26/8/2024).
TANTANGAN AI: Sejumlah pembicara dalam forum NeutraDC Summit 2024 dengan tema, The Other Side of AI di Sofitel Nusa Dua, Bali, Senin (26/8/2024).

DENPASAR, radarbali.id - NeutraDC selaku anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), adalah penyedia layananan ekosistem data center Indonesia yang berfokus pada inovasi dan keberlanjutan, memperluas bisnis data center di kawasan Asia Tenggara.

Ajang pertemuan dan kolaborasi strategis para pemimpin industri, pakar teknologi, dan pemangku kepentingan dari seluruh dunia ini bertemu dalam event NeutraDC Summit 2024 bertema, The Other Side of AI di Sofitel Nusa Dua, Bali, Senin (26/8/2024).

Rencana ekspansi itu tengah dimatangkan NeutraDC, anak perusahaan Telkom yang fokus menggarap pemenuhan kebutuhan penyimpanan dan prosesor data. 

 Baca Juga: NeutraDC Summit 2024 Ajak Delegasi Eksplorasi Peran Pusat Data Mendukung Perkembangan AI yang Scalable dan keberlanjutan

CEO NeutraDC Andreuw Th.A.F disela pertemuan memaparkan, tahap awal ekspansi bisnis data center akan fokus ke kawasan Asia Tenggara. Beberapa negara yang disasar diantaranya Filipina dan Thailand.

"Ekspansi tidak hanya di Indonesia saja. Awal kita fokus di South East Asia. Berikutnya akan naik ke atas, South Asia," kata Andreuw di sela Konferensi Senin, 26 Agustus 2024.

Guna mewujudkan ekspansi ini pihaknya perkuat pembangunan hyperscale data center baru di Batam yang ditargetkan rampung pada akhir tahun depan.

 Baca Juga: Ekspansi Perusahaan global, NeutraDC Bekerja Sama dengan KBRI Singapura Gelar Diskusi Panel Kebijakan Pelindungan Data

NeutraDC belum lama ini juga mendapat suntikan dana dari Telkom sebesar Rp 1,6 triliun untuk membangun tambahan 16 megawatt di pusat data hyperscale di Cikarang.

Pusat data hyperscale adalah pusat data masif yang menyediakan kemampuan skalabilitas ekstrem dan dirancang untuk beban kerja berskala besar dengan infrastruktur jaringan yang dioptimalkan, konektivitas jaringan yang efisien, dan latensi yang diminimalkan.

Andreuw melanjutkan, Telin, anak perusahaan Telkom lainnya saat ini sedang membangun kabel bawah laut. "Sehingga kabel bawah laut di negara lain kita akan koneksikan dengan data center kita," imbuh dia.

 Baca Juga: Perkuat Portofolio Bisnis, TelkomGroup via NeutraDC Tuntaskan Konsolidasi Data Center Telin Singapore

Menurutnya, Indonesia saat ini merupakan pasar terbesar data center dengan 185 juta pelanggan dan pengguna internet. "Dengan (kuota) setengah giga saja sehari , kan sudah 92 peta itu. Sehari, itu sudah besar sekali," ungkap Andreuw.

Guna mematangkan rencana ekspansi, dia mengatakan akan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki melalui Telkom university dan kerjasama dengan kampus-kampus lain.

Upaya lainnya yaitu mempekerjakan tenaga dari luar yang akan melatih para talent yang ada. "Sumber daya kita untuk mengoperasikan data center sekarang saja kurang. Apalagi nanti ada data center yang spesifik untuk AI," ujar Andreuw.

 Baca Juga: Uji Coba Pertama, Timnas Indonesia U-17 Menundukkan Timnas India, Ingatkan Jangan Tinggi Hati

Direktur Group Business Development Telkom Honesti Basyir dalam kesempatan yang sama mengatakan, besarnya pasar data center di sejumlah negara menjadi alasan utama ekspansi ke kawasan Asia Tenggara

"Filipina dan Thailand pertumbuhannya luar biasa sampai di atas 300 persen," ungkap Basyir.

Dia menambahkan, rencana mempekerjakan tenaga dari luar sebagai pelatih bertujuan untuk memperkuat sumber daya nasional.

 Baca Juga: Bawa Ambisi Taklukan Borneo FC, Pelatih Bali United Stefano “Teco” Cugurra:  Kami Punya Persiapan Bagus

"Melihat target 500 Mega Watt di tahun 2030 itu hampir impossible kalau kita membangun organik (sendiri)," katanya.

Sebagaimana ditegaskan dalam forum, ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menghadapi masa depan data center sebagai AI-enabler, sejalan dengan komitmen TelkomGroup dalam mendorong transformasi digital Indonesia berskala nasional maupun regional.

“Inovasi AI menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar di berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan. Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, kita harus bijak dalam merangkul AI sebagai teknologi yang dapat memperkaya proses pembelajaran dan meningkatkan produktivitas,” tandas Komisaris Utama Telkom Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, dalam sesi konferensi pers.

Dia menegaskan, AI bukanlah pengganti manusia, tetapi alat yang dapat digunakan untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih personal dan efektif.

Sedangkan bagi industri sektor telekomunikasi, AI membuka jalan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis, seperti ekspansi dan pengembangan data center yang semakin penting di era digital ini.

“Kolaborasi antara manusia dan teknologi akan membawa kita menuju masa depan yang lebih cerah dan berdaya saing,” ujar Bambang.

Direktur Group Business Development Telkom Honesti Basyir yang membuka acara ini dengan menyampaikan pentingnya kolaborasi dan inovasi dalam menghadapi tantangan industri yang semakin kompleks.

"NeutraDC Summit 2024 ini adalah bukti nyata dari komitmen kami untuk tidak hanya memimpin dalam teknologi, tetapi juga dalam etika dan tanggung jawab sosial. Di TelkomGroup, kami percaya bahwa kolaborasi dan inovasi adalah kunci untuk menghadapi tantangan masa depan. Kami terus berinvestasi dalam teknologi yang tidak hanya canggih tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas," ujar Honesti.

Senada, Direktur Wholesale & International Service Telkom Bogi Witjaksono juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang untuk memastikan transisi yang mulus dalam menghadapi teknologi AI.

"Kesiapan AI bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana kita mempersiapkan organisasi kita untuk menghadapi perubahan yang cepat. Penting bagi setiap perusahaan untuk tidak hanya

mengadopsi AI, tetapi juga memahami faktor-faktor kunci yang akan memastikan transisi yang sukses,” tandasnya.

Melalui NeutraDC, kami berkomitmen untuk memberikan panduan dan solusi yang mendukung adopsi AI yang mulus dan bertanggung jawab.

Berbagai pembicara terkemuka lain juga berbagi wawasan mengenai perkembangan teknologi AI, etika dalam inovasi, serta tren masa depan dalam industri pusat data. Sesi panel yang membahas etika dan tata kelola AI juga melibatkan pakar-pakar industri. Di antaranya, Regional Sales Director NAVER Cloud Asia Pacific, Injoon Song; Senior Director, Global & Regional Key Accounts Vertiv, Danny Wong; Head of Data Centre Solutions, Asia Pacific CBRE, Dedi Iskandar; Head, LearnAI, AI Singapore National Co-chair, AI Technical Committee, ITSC Singapore, Sengmeng Koo Head; Head of AI Cloud, VNG, Tung Vu; CEO Cloud for AI Applications, Cirrascale, PJ Go; General Manager, HPC & GTM – APAC & India, Hewlett Packard Enterprise, Joseph Yang; Vice President Cybersecurity, Uptime Institute, Antonio Ramos; President ISC2 Singapore, Paolo Mirand.***

Editor : M.Ridwan
#NeutraDC Summit 2024 #telkom #data center #Hyperscale #NeutraDC #Artificial Intelegen