DENPASAR, Radar Bali.id – Sebuah inovasi sederhana namun berpotensi besar sedang dikembangkan di kawasan Serangan, Denpasar. Melalui kolaborasi antara CAST Foundation dan Fab Lab Bali, masyarakat lokal kini terlibat langsung dalam pembuatan prototipe perangkat hidrogen hijau yang diharapkan dapat menjadi solusi kebutuhan energi di Serangan dan Bali pada umumnya.
Proyek ini, yang menggabungkan pendekatan sosial dan teknologi, bertujuan mengubah air menjadi sumber daya listrik yang bisa digunakan oleh masyarakat akar rumput.
"Kami membuka akses teknologi yang biasanya hanya tersedia di level universitas dan membawanya dekat ke masyarakat," ujar Tomas Diez dari Fab Lab Bali dalam acara Jelajah Inovasi Pekan Iklim Bali 2015. "Teknologi ini tersedia di sini untuk mengangkat potensi di sini," imbuhnya.
Tomas menjelaskan, keterlibatan aktif warga dari Banjar Dukuh dan Kampung Bugis sangat penting. Hal ini tidak hanya mempercepat pengembangan teknologi, tetapi juga memungkinkan masyarakat setempat menjadi pionir yang dapat membawa dan mengembangkan inovasi ini di masa depan.
Inovasi Sederhana untuk Bantu Pekerjaan Nelayan
Selain hidrogen hijau, Fab Lab Bali juga menciptakan inovasi lain yang secara langsung membantu para nelayan di Serangan. Mereka mengembangkan perangkat lampu yang jauh lebih sederhana dan ringan.
Sebelumnya, nelayan harus memikul aki yang berat saat mencari kepiting. Kini, mereka bisa menggunakan baterai yang lebih simpel, yang energinya langsung dialirkan ke lampu yang dipasang pada helm. Perangkat ini membuat pekerjaan nelayan menjadi lebih mudah dan efisien.
Wayan Suaka, Kepala Lingkungan Banjar Dukuh, menyambut baik inovasi ini. "Lebih dari 60 persen masyarakat di lingkungan saya bekerja sebagai nelayan," jelasnya. "Alat yang dulunya berat, akhirnya dibuat simpel untuk fasilitas melaut. Kami sangat mengapresiasi karena di sini kebanyakan anak muda."
Jadi Ilmu Baru untuk Warga
Wayan Suaka juga mengungkapkan antusiasme warga terhadap berbagai pelatihan yang diberikan oleh Fab Lab Bali. Selain teknologi hidrogen dan lampu nelayan, mereka juga mengadakan lokakarya Foldscope, sebuah mikroskop origami yang bisa dilipat dan dibawa ke mana saja.
Dalam lokakarya tersebut, peserta diajak mengamati objek mikro dan memahami peran mikroskop dalam penelitian ilmiah. "Fab Lab sudah melakukan beberapa kali uji coba membantu mengembangkan teknologi. Kemarin sempat buat drone. Dan itu ilmu yang baru untuk kita anak-anak sekarang," pungkas Wayan Suaka.
Inovasi-inovasi ini tidak hanya memberikan solusi praktis, tetapi juga membuka wawasan baru dan meningkatkan keterampilan teknis bagi masyarakat lokal di Serangan.[*]
Editor : Hari Puspita