PANCASARI, radarbali.jawapos.com – Sebagai salah satu destinasi ikonik di Bali, Handara Golf & Resort Bali menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan sejak awal berdiri.
Berlokasi di kawasan pegunungan Bedugul, Handara memandang keberlanjutan bukan sebagai tren, melainkan sebagai bagian dari identitas dan tanggung jawab jangka panjang terhadap alam dan masyarakat sekitar.
Selain desain lapangan golf dan bentangan fairway seluas sekitar 80 hektare, dari total 99 hektare, menggunakan rumput lokal dan berfungsi sebagai area resapan air alami, dalam lima tahun terakhir Handara telah berhasil menanam total sekitar 700 pohon baru di kawasan Handara.
Penanaman ini bukan sekadar simbolis, melainkan merupakan bagian dari upaya nyata untuk memperkuat keanekaragaman hayati (biodiversity), menjaga keseimbangan ekosistem, serta meningkatkan daya dukung lingkungan pegunungan.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Handara untuk membangun ekosistem pegunungan yang sehat, resilien, dan kaya keanekaragaman hayati.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), Handara juga melaksanakan program penanaman pohon di sekolah berbagai daerah sekaligus bersama Pemerintah Desa Pancasari di sekolah-sekolah lokal.
Melalui program ini, penanaman pohon dilakukan bersama siswa dan guru sebagai bagian dari edukasi lingkungan sejak dini, sekaligus memperkuat penghijauan di lingkungan sekolah dan desa.
Handara juga mengajak para tamu untuk terlibat langsung dalam upaya penghijauan melalui program Adopt a Tree, sebuah inisiatif penanaman dan perawatan pohon jangka panjang yang bertujuan memastikan setiap pohon yang ditanam benar-benar tumbuh, hidup, dan memberi manfaat ekologis nyata.
“Bagi kami, pohon bukan sekadar elemen lanskap, tetapi aset terbesar dan jiwa dari ekosistem Handara,” ujar Legal Handara Golf & Resort Bali, Evy Krisna.
Ia menegaskan bahwa Handara secara konsisten melakukan penanaman pohon dan penghijauan, bukan perusakan hutan.
“Dalam lima tahun terakhir, kami telah berhasil menanam sekitar 700 pohon baru bersama para tamu kami melalui berbagai program penanaman dan kegiatan keberlanjutan.
Ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang kami untuk memperkuat ekosistem, bukan melemahkannya,” jelas Evy.
Terkait pengelolaan vegetasi, Evy menjelaskan bahwa penebangan pohon hanya dilakukan secara terbatas dan selektif.
“Beberapa pohon tua dan pohon yang sudah mati di sekitar area lapangan golf harus ditebang demi merevitalisasi area tersebut agar tetap aman dan berfungsi secara ekologis,” kata Evy. Ia menambahkan bahwa setiap tindakan terhadap vegetasi selalu melalui pertimbangan teknis dan prinsip kehati-hatian.
Handara juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kewenangan hukum untuk melakukan penebangan maupun pembangunan di kawasan hutan yang berada di bawah otoritas Kehutanan.
“Untuk area yang berada di bawah kewenangan Kehutanan, itu bukan ranah hukum kami untuk memotong pohon atau membangun apa pun di sana. Kami sepenuhnya menghormati batas hukum dan regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Sebaliknya, Handara justru menempatkan perlindungan kawasan hutan sebagai salah satu prioritas utama.
“Kami sangat melindungi kawasan hutan yang berada di dalam dan di sekitar Handara.
Hutan tersebut adalah penyangga ekologis utama bagi kawasan ini, termasuk sebagai area resapan air dan penyeimbang iklim mikro,” tambah Evy.
Sebagai penguat komitmen keberlanjutan, Handara menegaskan bahwa mereka telah memiliki sertifikasi resort berkelanjutan dan juga telah menerima penghargaan di bidang pariwisata berkelanjutan.
“Kami tidak hanya memiliki sertifikasi keberlanjutan, tetapi juga telah menerima penghargaan atas praktik pariwisata berkelanjutan yang kami jalankan. Ini mencerminkan bahwa komitmen lingkungan kami diakui secara independen oleh lembaga eksternal,” jelas Evy.
Lebih jauh, Evy menjelaskan bahwa prinsip keberlanjutan diterapkan secara menyeluruh dalam operasional Handara.
“Seluruh operasional kami tunduk pada standar keberlanjutan yang ketat dan audit lingkungan secara berkala, mulai dari pengelolaan sampah, penghematan energi, hingga upaya meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai.
Kami tidak hanya berbicara tentang lingkungan, tetapi menjalankannya secara nyata, terukur, dan berkelanjutan,” pungkas Evy.
Editor : Rosihan Anwar