SANUR, radarbali.jawapos.com – Ratusan ibu-ibu dari Majelis Taklim sejumlah Kabupaten/Kota di Bali berkumpul memenuhi Masjid Al Ihsaan Inna Grand Bali Beach (The Meru), Sanur, Ahad 15 Desember 2024.
Mereka yang berhimpun dalam wadah Forum Komunikasi Majelis Taklim Ibu-Ibu (FKMTI) Provinsi Bali, itu tampak antusias mengikuti berbagai lomba dan Bazaar dalam Gebyar FKMTI tahun 2024.
Perhelatan yang mengusung tema, ”Jalin Kerjasama Antar Majelis Taklim Memperkokoh Ukhuwah dan Persatuan” diawali dengan Kajian bersama Ustadz Muhammad Mursyid dan dihadiri oleh kurang lebih 500 peserta dari 213 Majelis Taklim se Bali.
”Rangkaian lomba yaitu, Kultum dengan peserta 21 orang, baca Qur'an Tartil dengan jumlah peserta 79, pembacaan saritilawah berjumlah 79, yang ketiganya dilakukan secara online,” sebut Hj Purwanti Halim, kepada radarbali.id disela-sela lomba, Ahad 15 Desember 2024.
Yang terlihat begitu seru adalah lomba menghias bekal anak sekolah atau bento dengan jumlah 27 tim, lomba menghias jajanan tradisional Bali sebanyak 28 tim dan Lomba Rangking 1 sebanyak 150 peserta.
“Pesertanya adalah anggota Majelis taklim yang sebagian besar ibu-ibu berumur rata-rata 30 tahun ke atas,” terang Wantie Halim—sapaan akrab penulis buku ini.
Ketua FKMTI Provinsi Bali : Hj. Dra.Rahmani Sidik, MA. masa khidmat 2022 – 2026, memaparkan Gebyar FKMTI ini sebagai ajang silaturahmi.
”Ini wadah anggota FKMTI menjalin silaturahmi, persatuan dan persaudaraan sesuai tema kegiatan tahun ini,” jelas Hj Rahmani, diwawancari disela-sela pembukaan kegiatan.
Lebih lanjut Hj Rahmani mengatakan, bentuk kegiatannya adalah menyimak kajian agama yang pada kesempatan menghadirkan H. Muhammad Mursyid yang menguraikan pentingnya ukhuwah, persatuan dan persaudaraan antar majelis taklim.
Tentang lomba sambung Hj Rahmani, tak lain untuk memberikan bekal pengetahuan dan skill (keterampilan) bagi anggota majelis taklim membuat jaje lokal khas Bali.
Seperti sumping, laklak, jaje bantal, ketan hitam dan lainnya.
”Penting agar ibu-ibu majelis taklim ini memiliki skill membuat jaje khas Bali dengan bahan-bahan alami dan membuat bento atau bekal anak-anak sekolah yang menarik selera,” jelas Hj Rahmani—yang juga pemilik sekolah Anak Mas ini.
Dengan begitu lanjutnya, ibu-ibu mejelis taklim dapat mengajak anak-anaknya mengenal dan membiasakan mengonsumi jajanan tradisional khas Bali yang berbeda dengan daerah lainnya di Indonesia.
Sementara lomba kultum, sari tilawah dan tartil qur’an dilaksanakan secara online (daring).
“Dalam lomba ini panitia tidak memungut biaya pendaftaran kepada para peserta, jadi free agar peserta lebih semangat dan Alhamdulillah sangat antusias,” tukas Hj Rahmani.
Karena itu pihaknya mengapresiasi kerja panitia yang mampu menggaet 35 sponsor mendanai seluruh rangkaian kegiatan termasuk bazaar UMKM.
”Outputnya tentu kami berharap dengan bekal keterampilan yang ada mampu memberikan tambahan penghasilan bagi ibu-ibu majelis taklim,” pungkas Hj Rahmani.
Beberapa peserta lomba mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan karena dirasa sangat tepat untuk membiasakan anak-anaknya mengonsumsi jaje Bali dan bento sebagai bekal sekolah yang menarik selera makan. ***
Editor : M.Ridwan