DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Ada perubahan kebijakan mencolok pasca pemerintahan baru dibawah Presiden Prabowo Subianto.
Jika sebelumnya Bali banyak mendapatkan program proyek strategis nasional (PSN), namun tahun 2025 nihil.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan tak mempermasalahkan jika Bali tak kebagian PSN.
Sayangnya, Ika enggan berkomentar banyak. Pihaknya memilih menunggu peraturan presiden (perpres).”Tunggu perpres dulu,” katanya.
Hal senada diungkapkan, Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nyoman Suyasa ketika dikonfirmasi terpisah. Namun, ia meyakini Bali akan diperhatikan dengan memberikan program pusat lainnya.
”Itu PSN proyek strategis saja. Mungkin tahun depan ada proyek strategis nasional. Bali selalu diperhatikan ,” ungkap Politisi Gerindra ini.
Lebih lanjut dijelaskan, PSN yang ditetapkan oleh presiden hasil usulan tahun 2024. Untuk tahun 2026 direncanakan tahun ini. Salah satunya yang tidak masuk bandara baru di Bali.
”Kemungkinan (2026, Red) tahun ini 2025 direncanakan 2024, mungkin sekarang tidak masuk mungkin 2026,” jelas Mantan Wakil Ketua DPRD Bali ini.
Suyasa mengaku belum sempat berkoordinasi dengan Pemprov Bali.
Setelah ini pihaknya akan mempertanyakan ke pihak eksekutif kenapa sampai tidak kebagian ‘kue’ PSN.
”Apakah kurang lobi-lobi mungkin kan gitu. Apa mungkin pusat punya program lain ke Bali. Yang jelas Bali saya yakin. Diperhatikan pemerintan pusat,” jelasnya.
Gagalnya Bali mendapat bagian PSN, Suyasa akan mendorong supaya tahun depan Bali berhasil mendapat proyek prestisius. Pihaknya tidak ingin kecolongan seperti tahun ini.
“Sekarang kami mendorong agar program masuk 2026. Dari Februari dan Maret, memasukkan program dari bulan sekarang, maka perlu koordinasi dengan Pemprov dan Dinas PUPRKIM dengan Pak Gubernur hingga 2026 ada PSN dan program yang lain dari pusat saya yakin itu,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan