DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Satu unit bus listrik mulai mengaspal dengan rute Central Parkir Kuta hingga Central Parkir ITDC sejak Senin (8/9/2025). Bus tersebut masih dalam tahap uji coba sebelum Bali resmi menerima hibah 10 bus listrik dari Korea. Dengan uji coba untuk mengetahui performa bus listrik beroperasi di Bali.
Kepala UPTD Trans Bali/Trans Sarbagita Nyoman Wiratama mengungkapkan, tahapan uji coba bus listrik bernama Kalista tidak dipungut biaya. Masyarakat yang ingin mencoba atau naik kendaraan umum tarifnya Rp 0 dengan kartu uang elektronik.
”Tujuan pertama mengetahui performancenya karena ada rencana Pemprov Bali dapat 10 bus listrik. Kalista ingin uji coba sekalian kita pendataan bagaimana operasional bus listrik,” ungkap Wiratama.
Baca Juga: Sambangi Polresta Denpasar, Ojol Bali Tegaskan Tolak Kekerasan dan Jaga Bali Damai
Kemudian, lanjut Wiratama rencana 10 bus listrik diberikan ke Pemprov Bali yang mulai beroperasi tahun depan. Jika ada kendala dan permasalahan, paling lambat mengaspal 2027. Dari uji coba ini harapannya Pemprov Bali tidak gagap dan matang secara teknis.
”Tahu kehandalan dan kekuatan baterainya. Setelah Dapat hibah bus listrik dari Korea minimal punya pengalaman dan tidak gagap mengoperasikan,” terangnya.
Bus listrik akan menjadi transportasi umum pilihan masyarakat Bali untuk mendukung pengurangan kendaraan pribadi. Kemudian menjadi bagian Trans Metro Dewata yang telah kembali beroperasi pada April 2025 lalu.
Wiratama menyebut penumpang “bus tayo” terus meningkat setiap bulannya. Itu mencapai capaian yang positif untuk mengurangi kemacetan karena masyarakat mulai sadar menggunakan angkutan publik.
"Bus TMD beroperasi mulai april 2025 setiap bulan penumpangnya ada peningkatan. Harapannya ke depan bus listrik disosialisasikan masyarakat sehingga penggunaan kendaraan pribadi bisa dikurangi. Agar kemacetan sedikit demi sedikit bisa berkurang,” jelasnya
Rencananya setelah mendapat 10 hibah bus listrik akan beroperasi untuk rute Gor ke Politeknik Negeri Bali (PNB) menggantikan bus Sarbagita yang masih beroperasi sebanyak lima unit.
Perencanaan pengoperasian untuk bus hampir rampung. Seperti stasiun pengisian daya baterai lokasinya dua tempat, yakni kantor Dishub Bali dan Gor Ngurah Rai. Saat ini Dishub Bali masih mengurus perizinan di Gor Ngurah Rai untuk dijadikan stasiun pengisian kendaraan listrik.
”Pada prinsipnya mereka menghibahkan sampai operasional pertama. Kami hitung lagi sampai sejauh mana yang menghibahkan dan sebesar apa hibahnya atau kegiatan apa dihibahkan kami hitung kembali lagi,” paparnya.
Setelah pemerintah pusat menghentikan biaya pengoperasian bus publik, pembiayaanya Trans Metro Dewata sementara bersumber dari dana talangan Pemprov Bali. Setiap bulan pengoperasian Trans Metro Dewata menghabiskan sekitar Rp 5 miliar.
Sementara itu dana gotong royong dari pemerintah kabupaten Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan) dan Pemprov Bali akan cair di akhir tahun.
”Karena Pemprov Bali masih gunakan dana talangan. Sehingga BKK yang nanti dibayarkan ada mekanismenya nanti dibayarkan di akhir tahun,” jelasnya.***
Editor : M.Ridwan