DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Polemik penanganan sampah di Bali semakin keruh ditambah Bangli akan ketiban sampah karena keputusan Menteri LH TPA Suwung tutup 1 Maret 2025 mendatang. Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan tidak ingin membuang sampah ke luar daerahnya.
Namun, dalam pertemuan bersama Menteri Lingkungan Hidup, keduanya memaparkan berbagai upaya optimalisasi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengakui, pengiriman sampah ke TPA Landih, Bangli, akan berdampak pada beban lalu lintas.
Pasalnya, Denpasar diperkirakan harus mengerahkan sekitar 200 truk pengangkut sampah setiap hari. Karena itu, dalam pertemuan dengan Menteri Lingkungan Hidup, Senin (29/12/2025), Jaya Negara meminta kelonggaran agar Kota Denpasar tetap dapat membuang sampah ke TPA Suwung sembari menunggu beroperasinya fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam waktu dua tahun ke depan.
“Kami telah memohon kepada Pak Menteri agar sisa sekitar 500 ton sampah masih diberi peluang dibuang ke TPA Suwung. Kami juga berupaya memaksimalkan fasilitas yang ada agar tidak terlalu banyak truk menuju Bangli,” ujar Jaya Negara, Senin lalu.
Jaya Negara mengaku tidak enak hati kepada masyarakat Bangli jika harus mengirim sampah ke wilayah tersebut. Namun, ia menegaskan langkah itu diambil sebagai bagian dari kebijakan bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian Lingkungan Hidup untuk menyelesaikan persoalan sampah sementara waktu.
Dalam mengurangi volume sampah, Pemerintah Kota Denpasar optimalkan pengelolaan di hulu dengan menambah fasilitas teba vertikal, tabung komposter, serta pengembangan bank sampah. Di zona tengah, Pemkot mendorong pembangunan TPS3R di tingkat desa, sementara pengolahan di hilir dilakukan melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Jaya Negara menyebutkan, hingga saat ini masih terdapat sekitar 57 persen sampah di Kota Denpasar yang memerlukan penanganan lanjutan. Sementara itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyoroti mulai tumbuhnya kesadaran masyarakat Badung dalam menangani sampah sejak dari sumbernya.
Terkait rencana pemanfaatan TPA di Bangli sebagai lokasi pembuangan sementara selama masa transisi, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung dalam mengoptimalkan penanganan sampah menjelang penutupan TPA Suwung.
“Bali sebagai daerah berbasis pariwisata memang memerlukan solusi alternatif jangka pendek,” ujarnya.
Sedana Arta juga menegaskan akan melakukan sosialisasi kepada berbagai komponen masyarakat di Bangli guna mengantisipasi potensi persoalan di kemudian hari. Politisi PDI Perjuangan itu menyadari, persoalan sampah yang tidak tertangani akan berdampak luas, termasuk pada sektor pariwisata.
“Mungkin tujuan besarnya adalah bagaimana pariwisata Bali tetap berkembang tanpa terdampak persoalan sampah. Pada akhirnya, yang menerima manfaatnya adalah masyarakat Bali. Bangli juga bagian dari masyarakat Bali itu,” tandasnya.***
Editor : M.Ridwan