Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Puncak Hari Bhakti Pertiwi Widyalaya: Didorong Jadi Mercusuar Pendidikan Hindu, Kemenag Ingatkan Nilai Siddha - Suddha - Saddhu - Sradha dan Bhakti

Marsellus Pampur • Jumat, 13 Februari 2026 | 20:05 WIB
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Puncak Hari Bhakti Pertiwi Widyalaya 2026 di Aula Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Kamis (12/2/2026) malam. (Marsellus Pampur/Radar Bali)
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Puncak Hari Bhakti Pertiwi Widyalaya 2026 di Aula Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Kamis (12/2/2026) malam. (Marsellus Pampur/Radar Bali)

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Malam Puncak Hari Bhakti Pertiwi Widyalaya sekaligus Pembinaan ASN Kementerian Agama se-Bali Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Kamis (12/2/2026) malam.

Falam kesempatan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Guti Made (IGM) Sunatha mengatakan, bahwa Widyalaya harus menjadi model pendidikan Hindu yang holistik, mengintegrasikan intelektual, moral, dan spiritual, serta menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lain di Indonesia.

”Kami berkomitmen mendampingi dan menguatkan Widyalaya agar benar-benar menjadi mercusuar pendidikan Hindu yang bermutu, humanis, dan berdaya dampak luas bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” katanya.

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar serta diikuti sekitar 800 ASN Kementerian Agama se-Bali ini, Sunatha menegaskan, bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda strategis penguatan pendidikan Hindu yang berkarakter, berakar pada nilai spiritual, sekaligus berorientasi pada masa depan bangsa.

Dalam konteks penguatan pendidikan keagamaan Hindu, Kakanwil menekankan peran strategis Widyalaya berdasarkan PMA Nomor 51 Tahun 2025. Dari sekitar 71 Widyalaya masyarakat di Bali, belum ada satupun Widyalaya negeri.

Karena itu, Kanwil Kemenag Bali berkomitmen mendorong pendirian Widyalaya negeri serta model Widyalaya, Pasraman Terintegrasi, dengan tahap awal di Gianyar dan Jembrana berbasis konsep satu atap dan berasrama.

”Kami tidak hanya ingin menjaga tradisi, tetapi memastikan pendidikan keagamaan Hindu memiliki masa depan yang kokoh, modern, dan berdaya saing tanpa kehilangan akar budaya dan spiritualitasnya,” tegas Kakanwil.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengatakan bahwa pendidikan harus berlandaskan cinta. Mulai dari cinta kepada Tuhan, sesama, dan alam selaras dengan nilai Tri Hita Karana dan kesadaran Ekoteologi.

”Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, tetapi transformasi jiwa. Kita ingin melahirkan generasi yang bermoral, berkarakter, berbudaya, dan memiliki kepedulian ekologis yang kuat,” pesan Menag.

Nasaruddin menggarisbawahi pentingnya nilai Siddha, Suddha, Saddhu, serta Sradha dan Bhakti sebagai ruh pembentukan insan unggul dan berintegritas.

Khusus kepada ASN Kemenag Bali, Menag menyampaikan pesan pembinaan yang tegas dan inspiratif: ASN harus menjadi garda terdepan transformasi, tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga menginternalisasi nilai cinta, harmoni, dan spiritualitas dalam setiap tugas pelayanan.

”ASN Kemenag harus menjadi teladan. Bekerja bukan sekadar menjalankan prosedur, tetapi menghidupi nilai Dharma, memancarkan ketulusan, dan menghadirkan pelayanan yang menyejukkan masyarakat,” pungkasnya.

Editor : Rosihan Anwar
#Widyalaya #Kemenag Bali #Kemenag RI