DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Berangsur stabilnya harga sejumlah kebutuhan pokok dari 14 bahan kebutuhan pokok penting (bapoting) di wilayah Denpasar mulai dirasakan masyarakat.
Stabilitas tersebut tidak terlepas dari kinerja Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pangan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali yang secara rutin melakukan pengawasan harga hingga ke tingkat penjual dan distributor.
Untuk menjaga konsistensi stabilitas harga serta memastikan penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) berjalan berkelanjutan, Satgas Saber Pangan Polri kembali melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik distribusi dan penjualan di Denpasar, Selasa (17/2/2026).
Baca Juga: Prediksi Cuaca Bali Hari Ini, Kamis (19/2/2026) : Angin Kencang Berdurasi Singkat
Sidak difokuskan di Pasar Kreneng, sejumlah distributor, serta ritel modern di wilayah Kota Denpasar.
Dalam kegiatan tersebut, Satgas Saber Pangan Ditreskrimsus Polda Bali bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP), serta Bulog yang tergabung dalam Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Bali.
Adapun lokasi yang menjadi sasaran sidak antara lain Toko Sari Muncul, Toko Daging Potong Ayam UD Dewi Unggas, dan Toko Rayen yang berlokasi di Pasar Kreneng. Selain itu, tim juga melakukan pemeriksaan di Distributor CV Sumber Pangan di Jalan Raya Buluh Indah serta ritel modern Supermarket Bintang di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.
Pemeriksaan difokuskan pada kesesuaian harga jual 14 bapoting di lapangan dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah, serta pengecekan ketersediaan stok di gudang. Langkah ini dilakukan guna memastikan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga wajar serta ketersediaan barang tetap aman.
Kepala Bidang Humas Polda Bali, Jansen Avitus Panjaitan Ariasandy, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.
Baca Juga: AC Milan vs Como: Emil Audero Tampil Heroik, Gagalkan Peluang Emas Christian Pulisic
”Kami memastikan harga yang dijual pedagang sesuai dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah. Dari hasil sidak hari ini, sebagian besar harga bahan pokok berada di bawah atau sesuai HET. Ini menunjukkan distribusi dan pengawasan berjalan dengan baik,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari hasil sidak, sebagian besar bahan pokok tidak ditemukan dijual melebihi HET. Salah satu komoditas yang mengalami penurunan signifikan adalah telur ayam.
Jika sebelumnya harga telur mencapai Rp32.000 per lusin, kini turun menjadi Rp28.000 per lusin, lebih rendah dari HET yang ditetapkan sebesar Rp30.000 per lusin.
”Penurunan harga telur ini menjadi indikator positif bahwa pasokan cukup dan tidak ada praktik penimbunan. Kami akan terus melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan stabilitas ini tetap terjaga,” tambahnya.
Baca Juga: Sriwijaya: Bukan Sebuah Kerajaan, tapi Kampus Maha Luas Para Datu
Menurutnya, sinergi lintas instansi sangat penting untuk menjaga stabilitas harga, terlebih menjelang Hari Besar Keagamaan (HBK).
”Kami ingin memastikan masyarakat tidak mengalami lonjakan harga yang tidak wajar, khususnya menjelang Hari Raya Tahun Baru Imlek, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, dan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Stabilitas harga ini harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Satgas Saber Pangan Provinsi Bali menegaskan bahwa kegiatan sidak akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain untuk menjaga stabilitas harga dan stok, langkah ini juga menjadi bentuk kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangannya.
Dengan pengawasan yang konsisten dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan situasi pasar tetap kondusif serta masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau dan sesuai ketentuan pemerintah.***
Editor : M.Ridwan