Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Diberi Medali dari Raja Tabanan, Anggota BPK Janji Perjuangkan Dana

Yoyo Raharyo • Senin, 14 Juni 2021 | 20:15 WIB
diberi-medali-dari-raja-tabanan-anggota-bpk-janji-perjuangkan-dana
diberi-medali-dari-raja-tabanan-anggota-bpk-janji-perjuangkan-dana


TABANAN – Pelestarian seni budaya khususnya budaya yang ada di Puri, Kabupaten Tabanan akan diupayakan melalui dana istimewa kebudayaan. Hal itu terlontar ketika anggota VI BPK RI Harry Azhar Azis saat diberi penganugerahan tanda kehormatan dan tanda kekerabatan Puri Singgasana oleh Raja Tabanan Ida Cokorda Anglurah Tabanan di Puri Tabanan pada Minggu (13/6).


 


Penganugerahan ini diberikan sebagai bentuk kenang-kenangan atas kunjungan BPK RI dan rombongan ke Puri Tabanan. Pemberian penganugerahan dari Raja Tabanan Ida Tjokorda Anglurah Tabanan dihadiri langsung Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Sekda Tabanan I Gede Susila dan pejabat lainnya di lingkungan Pemkab Tabanan.


 


Harry AzHar Azis mengatakan mengingat Bali ini adalah napasnya seni dan budaya namun belum memperoleh dana istimewa kebudayaan, Provinsi Bali sekiranya mulai membicarakan dan mengusulkan ke pemerintah pusat mengenai dana istimewa tersebut seperti yang didapat oleh Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah memperoleh dana istimewa.


 


“Bahkan Papua dan Aceh ada dana lain yang namanya dana otonomi khusus. Untuk itu kalau bisa mungkin melalui anggota DPR RI yang mewakili Bali mengusulkan ke pusat,” tegasnya.


 


Kata dia, lewat kapasitasnya sebagai anggota BPK RI, dia sendiri akan ikut memperjuangkan dana istimewa kebudayaan ini.


 


“Saya akan ikut bicara dengan Menteri Keuangan, dan kalau perlu dengan Bapak Presiden untuk memperjuangkan dana istimewa kebudayaan untuk Bali,” janjinya.


 


Untuk itu, dia meminta pemangku kebijakan segera menghitung jumlah keperluan dana istimewa kebudayaan tersebut. Bahkan diminta mengusulkan dengan nilai sebesar-besarnya.


 


“Soal nanti diberikan atau tidak, namanya kita memperjuangkan, mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama, kalau sudah terumuskan dengan baik saya akan bicara kepada menteri yang membidangi dana istimewa kebudayaan. Masalah untuk pembagian jumlah nanti itu dimusyawarahkan oleh pemerintahan dan puri-puri di Bali,” tegasnya.


 


Dia menyebut dana istimewa kebudayaan ini bisa didapatkan, apalagi APBN Indonesia sudah sangat besar mencapai Rp2.700 triliun.


 


“Mengenai dengan jumlahnya itu, 2 hingga 4 triliun bisa masuk Bali, sebab dana otonomi khusus Rp 12 triliun kalau tidak salah dianggarkan,” katanya. 


 


Sementara terkait dengan penganugerahan yang diterima BPK RI Azhar Aziz mengaku sebagai anugerah. Namun penganugerahan ini juga sebagai tanggung jawab untuk memberikan perhatian yang lebih besar kepada budaya Bali.


 


“Yang jelas mengenai dana istimewa ini saya akan bicara pada menteri-menteri terkait, mudah-mudahan mendapat perhatian,” tandasnya.


 


Raja Tabanan Ida Tjokorda Anglurah menyatakan penganugerahan yang diberikan kepada BPK RI sebagai bentuk kenang-kenangan karena sudah bersedia mengunjungi Puri Tabanan.


 


“Karena senang melihat budaya di Puri, kami berikan kenang-kenangan sebagai ciri khas dari Puri Tabanan,” katanya.


 


Raja Tabanan menegaskan pemberian penganugerahan ini tidak ada hubunganya dengan pemeriksaan keuangan terhadap pemerintah. Ini murni karena BPK RI ingin melihat kebudayaan di Puri sehingga diberikan penganugerahan berupa pin pasemetonan puri Agung Tabanan, kalung (medali), dan keris.


 


“Siapapun nanti yang datang ke sini (Puri Tabanan) tetap akan diberikan tanda kehormatan paling tidak akan diberikan pin,” katanya.


 


Dia pun berharap, dengan kedatangan BPK RI pertama kalinya Tabanan membantu puri-puri yang ada di Bali khususnya mengenai dengan pelestarian budaya. Apalagi sejak Puri Tabanan dihancurkan oleh Belanda sewaktu zaman penjajahan tidak banyak peninggalan puri yang bisa dipertahankan karena sudah dirampas dan dihancurkan.


 


“Mudah-mudahan sesuai dengan sambutan dari BPK RI, dapat memperjuangkan keberadaan Puri di Bali,” pungkasnya.

Editor : Yoyo Raharyo
#medali