BULELENG, Radar Bali.id - Dalam upaya mempercepat dan memodernisasi layanan administrasi, Pemerintah Kabupaten Buleleng resmi meluncurkan aplikasi e-Surat di 148 desa dan kelurahan.
Inovasi digital ini digagas oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Kominfosanti) Buleleng untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan transparan.
Penerapan aplikasi e-Surat ini sejalan dengan Surat Edaran Bupati Buleleng Tahun 2024 tentang Pedoman Standar Keamanan Siber. Menurut Kepala Dinas Kominfosanti Buleleng, Ketut Suwarmawan, inovasi ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan digitalisasi pelayanan publik secara luas.
"Proses pengiriman dan penerimaan surat antar-instansi, khususnya desa dan kelurahan, kini bisa dilakukan lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi dengan baik," ungkap Suwarmawan pada Minggu (7/9/2025).
Efisiensi dan Akuntabilitas
Penggunaan e-Surat memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya:
- Meningkatkan efisiensi administrasi.
- Mendorong konsep paperless untuk mengurangi penggunaan kertas.
- Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas birokrasi.
- Meminimalkan risiko kehilangan arsip.
- Meningkatkan kompetensi operator desa dan kelurahan.
Untuk memastikan kelancaran implementasi, para operator desa dan kelurahan telah mendapatkan pelatihan intensif. Mereka dilatih mulai dari cara menyiapkan berkas surat dalam format Word, penggunaan logo dan tanda tangan digital perbekel/lurah, hingga memahami alur surat keluar sesuai standar.
Aplikasi ini dapat diakses melalui situs web esurat.bulelengkab.go.id maupun aplikasi seluler, yang didesain untuk memudahkan para operator dan pengguna di seluruh perangkat desa dan kelurahan di Buleleng.
Solusi Tantangan Geografis
Suwarmawan menambahkan bahwa aplikasi e-Surat diharapkan dapat menjadi solusi nyata untuk mengatasi tantangan geografis Buleleng, yang membentang dari kawasan perkotaan hingga pelosok. Dengan sistem terintegrasi ini, layanan di kantor desa dan kelurahan diharapkan menjadi lebih modern, efisien, dan efektif.
Inovasi ini juga melengkapi digitalisasi yang sudah ada di Bali Utara, di mana setiap desa dan kelurahan sudah memiliki situs web masing-masing. Dengan adanya e-Surat, operator tinggal memantapkan keahliannya untuk mengoptimalkan sistem ini.
"Ini merupakan lompatan besar untuk menciptakan birokrasi yang transparan dan akuntabel, di mana setiap kegiatan dan informasi dapat dilaporkan dengan lebih terstruktur," tutup Suwarmawan.[*]
Editor : Hari Puspita