Perbekel Desa Bedulu, Putu Ariawan, pada Jumat (29/4) menjelaskan, ada anak muda membuat konten TikTok saat ada pagelaran Calonarang. Konten itu merekam pertunjukkan, kemudian dia memamerkan kondom. Pada konten juga bertuliskan kata ngalih lonte dicentang.
“Awalnya saya diberitahu masyarakat, baru buka Facebook, kami kaget,” ujarnya.
Ariawan langsung menghubungi pembuat konten untuk meminta maaf. “Dia sudah klarifikasi berbuka di media sosial. Tapi kami tidak ingin maaf begitu saja. Harus ada efek jera. Bagi pemuda yang ingin viral, pakai segala cara. Ini bukan ajang main-main,” tegasnya.
Memang, pembuat konten lewat media sosial telah meminta maaf.
“Om Suastiastu, saya mau klarifikasi video saya. Saya tidak bermaksud membuat yang aneh-aneh,” kata dia.
Dia mengaku tidak berniat membuat konten, bahkan mengaku temannya yang membuat konten. Bahkan, pemuda ini mengaku tidak tahu videonya akan viral seperti ini.
“Saya tahu saya salah, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Saya tidak tahu akan seperti ini. Om Santi, Santi, Santi,” pungkasnya. (dra) Editor : Yoyo Raharyo