Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Hari Pertama, 176 Ribu Penonton Dihantui Alas Roban

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 18 Januari 2026 | 18:10 WIB

Poster film urban legend Alas Roban yang meraup 176 ribu penonton di hari pertama penayangannya di bioskop.
Poster film urban legend Alas Roban yang meraup 176 ribu penonton di hari pertama penayangannya di bioskop.

RADAR BALI - Memasuki awal 2026, atmosfer bioskop di Indonesia kembali terasa hidup dan penuh gairah.

Film horor terbaru bertajuk Alas Roban berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan perolehan mencapai lebih dari 176 ribu penonton tepat pada hari pertama penayangannya pada Kamis (15/1) lalu.

Pencapaian tersebut menjadi angin segar sekaligus penepis kekhawatiran mengenai penurunan minat penonton akibat persaingan jadwal yang padat dan keterbatasan jumlah layar.

Optimisme industri film tanah air sebenarnya sudah mulai terlihat sejak penutupan tahun lalu. Berdasarkan data hingga 31 Desember 2025, jumlah penonton film Indonesia tercatat mencapai 80,27 juta.

Jumlah tersebut berhasil melampaui capaian tahun 2024 meskipun dengan selisih yang tipis. Kehadiran Alas Roban di awal Januari ini pun seolah menjadi penegasan bahwa layar lebar masih memiliki daya tarik yang kua bagi masyarakat, terutama melalui genre horor yang berakar pada kearifan lokal.

Daya pikat utama film ini terletak pada narasinya yang mengangkat mitos dan legenda urban di sepanjang "jalur tengkorak" Pantura, Jawa Tengah.

Penonton diajak menyelami ketegangan psikologis saat melintasi kawasan yang dikenal minim penerangan tersebut, lengkap dengan berbagai pantangan yang diyakini masyarakat secara turun-temurun.

Cerita berfokus pada Sita, seorang ibu tunggal asal Pekalongan yang diperankan oleh Michelle Ziudith, dalam perjalanannya menuju Semarang bersama putrinya, Gendis yang diperankan Fara Shakila.

Perjalanan dengan bus terakhir itu berubah menjadi petaka ketika kendaraan mereka mogok, memaksa Sita menghadapi serangkaian teror dan ritual "malam keramat" demi menyelamatkan sang putri.

Film ini juga menjadi momentum menarik bagi Michelle Ziudith untuk keluar dari zona nyaman sebagai ratu drama dan menjajal kemampuan aktingnya di genre horor.

Michelle bersanding dengan Taskya Namya, aktris yang sudah lama dijuluki sebagai "Ratu Horor Indonesia". Kolaborasi akting keduanya, ditambah penampilan natural dari aktris cilik Fara Shakila, berhasil membangun emosi yang kuat antara rasa takut dan kesedihan yang mendalam.

Nuansa mistis film semakin diperkuat dengan penggunaan lagu legendaris "Bintang Kehidupan" karya mendiang Nike Ardilla dalam cuplikan trailernya.

Perpaduan melodi ikonik yang menyentuh perasaan dengan visual horor yang mencekam terbukti ampuh menarik perhatian publik. Hal ini tercermin dari tingginya antusiasme di media sosial, di mana video ulasannya telah menembus 4,4 juta penayangan.

Dengan energi yang kencang di awal Januari, Alas Roban tidak hanya menghantui penonton di dalam bioskop, tetapi juga membuktikan bahwa awal 2026 menjadi momen baru untuk menjaga bara antusiasme penonton film Indonesia.***

Editor : Ibnu Yunianto
#jumlah penonton #hari pertama #agak laen #Fara Shakila #nike ardilla #michelle ziudith #FILM alas roban #alas roban