Dikatakannya, pihak kepolisian tak melakukan penyelidikan lanjutan. Hal itu dikarenakan tak ada yang merasa menjadi korban. Apalagi pihak Jro Mangku sendiri tak melanjutkan permasalahan itu dan tak mau membuat laporan polisi.
"Pihak pemngku tak mau mempermasalahkan. Jadi tidak perlu dipermasalahkan itu," katanya. Sehingga sekalipun pihak kepolisian mencari keberadaan pria bule itu, Bayu Satake menjelaskan hal itu akan jadi sia-sia.
"Karena tak ada pelaporan juga percuma. Initinya sudah dianggap selesai dan pemangku tidak mempermasalahkan. Dan cukup si situ aja," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa perkelahian itu berlangsung pada Minggu (23/4) siang. Berdasarkan keterangan Jro Mangku Budi Utama kepada polisi, kejadian bermula saat dirinya mengendarai mobil melintasi Jalan Raya Ubud dari arah Simpang Kedewatan ke arah timur.
Kondisi lalulintas sedang macet. Lalu dari belakang pria bule itu mengendarai mobil X Pander menerobos. Mobil itu diduga menyenggol spion mobil lain. Mendapati hal itu, pria bule itu keluar dari mobilnya. Jro Mangku mencoba memberi penjelasan kepada pria bule itu. Namun rupanya pria bule itu mala marah-marah. Dia bahwal memaki Jro Mangku dengan kata kasar "shit you". Tak terima dimaki secara kasar, Jro Mangku keluar mobil dan mencarinya serta mempertanyakan hal itu kepada pria bule.
Namun orang asing tersebut malah mengambil pecahan kaca kemudian menaikan tangan dengan dialek bahasa Rusia dan sambil mendorong Jro Mangku.
Karena Jro Mangku tidak terima didorong atas perlakuan orang asing tersebut kemudian Jro Mangku berusaha melawan. "Atas kejadian tersebut Jro Mangku terkena pukulan sebanyak 2 kali yang mengenai rahang dan pelipis kiri namun tidak ada luka dan hanya sakit pada pelipis kiri," beber Kombes Satake.
Saat itu warga sekitar mencoba melerai. Pria bule itu lalu berlalu pergi begitu saja. Editor : Donny Tabelak