NEGARA, Radar Bali.id - Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Pengambengan ditera sebelum beroperasi.
Sedangkan pompa lama dilakukan tera ulang untuk memastikan ukuran masih sesuai dengan standar. Dari hasil tera dan tera ulang, dipastikan ukuran masih sesuai dengan ketentuan.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan Jembrana I Komang Agus Adinata mengatakan, pihaknya melakukan tera terhadap SPBUN di areal Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, karena menambah pompa baru untuk bahan bakar minyak selain solar. "Karena baru dan akan beroperasi, kami tera dulu pompanya," ungkapnya.
Sedangkan untuk pompa solar yang sudah lama beroperasi, pihaknya bersama UPTD Metrologi Legal melakukan tera ulang. "Dari kegiatan tera dan tera ulang, tidak ada masalah. Semua ukuran masih sesuai dengan standar yang ditentukan," tegasnya.
Adinata menambahkan, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di Jembrana, terutama stok solar subsidi masih aman. Namun ada pengaturan penyesuaian kuota untuk solar bersubsidi. "Sebenarnya hari ini (kemarin) ada rapat di provinsi mengenai pengaturan stok solar bersubsidi. Saya belum tau apa hasil rapatnya," ungkapnya.
Mengenai antrean kendaraan yang akan membeli solar di sejumlah SPBU di Jembrana setiap harinya, diduga karena faktor wilayah Jembrana yang berada di perlintasan Jawa Bali. Banyak kendaraan dari Jawa yang mengisi di Bali, karena di Jawa banyak SPBU yang tidak ada solar.
"Mungkin karena perlintasan Jawa Bali, kendaraan yang dari Jawa mengisi solar di Bali karena di Jawa tidak ada solar," ujarnya.
Sementara itu untuk kebutuhan solar subsidi untuk nelayan, masih aman. Belum ada permintaan yang banyak dari nelayan karena masih bulan purnama sehingga banyak nelayan yang istirahat melaut. "Stok solar nelayan masih aman," tegasnya. [*]
Editor : Hari Puspita