Merasa nasibnya tak jelas dalam kondisi macet horor yang menggelisahkan nan menjenuhkan, krodit puluhan kilometer, sejumlah pemudik akhirnya nekat. Mereka memilih berjalan kaki, sekalian bergerak melepas ketegangan.
INI adalah potret getir arus mudik tahun ini terekam di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Akibat kemacetan yang tak bergerak sejak hari Minggu sore (15/3/2026), puluhan pemudik memilih langkah ekstrem: turun dari kendaraan dan berjalan kaki berkilo-kilometer demi mencapai bibir pantai.
Misalnya saja dilakukan Daimam,59, pemudik asal Jawa Tengah, adalah salah satunya. Setelah terjebak lebih dari 12 jam di dalam mobil travel, ia akhirnya menyerah dan berjalan kaki sejauh 10 kilometer menuju Pelabuhan Gilimanuk pada Senin (16/3/2026) subuh.
"Badan capek, tapi kalau nunggu di mobil rasanya tidak ada kepastian," tutur Daimam saat beristirahat di Masjid Al-Mubarok. Nasib serupa dialami Febri,22, yang nekat menyusuri gelapnya kawasan hutan Cekik sendirian hanya bermodalkan senter ponsel.
Meski sudah tiba di area pelabuhan, perjuangan mereka belum usai. Para pemudik ini harus menunggu berjam-jam di pinggir jalan menanti bus atau travel mereka yang masih terjebak di tengah hutan bersama barang bawaan mereka yang ditinggal di bagasi.[*]
Editor : Hari Puspita