Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mantap! Khasiat Sayuran di Menu Lalapan, Ini Manfaatnya

Jawapos Source control • Minggu, 5 November 2023 | 04:00 WIB
BANYAK MANFAATNYA : Daun kemangi, mentimun, selada, kol. (foto:istimewa/JPG/jawapos.com)
BANYAK MANFAATNYA : Daun kemangi, mentimun, selada, kol. (foto:istimewa/JPG/jawapos.com)

RadarBali.id- Lalapan sudah menjadi menu pokok sehari-hari di Indonesia. Juga paling mudah didapatkan karena banyak di jajakan di street food atau makanan pinggiran jalan di Indonesia.

Nah, lalapan merupakan sayur-sayuran yang disajikan mentah dan dimakan sebagai pendamping makanan berat seperti nasi ayam dan sambal. Beberapa orang yang menyukai lalapan karena dianggapnya sebagai makanan sehat yang dapat melancarkan pencernaan, sebab berupa sayur yang masih belum diolah.

Selain itu, ada juga yang beranggapan bahwa lalapan bisa digunakan sebagai bahan penetralisir zat capcaisin pada cabai atau sambal.

Zat capcaisin sendiri merupakan zat bioaktif yang terdapat pada cabai sehingga menimbulkan rasa pedas dan panas dalam tubuh orang yang mengonsumsinya. Selain itu, sebagian orang juga mengatakan menyukai lalapan karena sedari kecil sudah memperhatikan orang yang lebih tua menyantap lalapan dengan lahap.

Dari study artikel yang diunggah oleh akun resmi Universitas Padjajaran juga dijelaskan bahwa lalapan memang sudah ada dari jaman dahulu dan secara turun temurun sudah menjadi tradisi cara makan sebagian orang. Orang yang suka makan lalapan adalah dia yang tidak pernah takut makan menggunakan tangan kosong, karena lalapan memang biasa dikonsumsi dengan tangan kosong tanpa sendok dan garpu.

Cara enak makan lalapan adalah harus didampingi dengan sambal. Kemudian harus dengan tangan kosong, ditambah nasi hangat dan lauk yang baru saja selesai digoreng.

Untuk memenuhi rasa penasaran mengapa lalapan bisa sangat direkomendasikan orang tua jaman dulu hingga turun menurun, berikut ini kandungan dan vitamin dari beberapa lalapan yang paling sering dimakan.

Timun

Timun mempunyai banyak sebutan seperti ketimun atau mentimun. Timun yang merupakan golongan dari sayur-sayuran yang merupakan satu keluarga dengan suku labu-labuan. Kandungan yang terdapat dalam timun bersifat sebagai zat pendingin, dan memiliki banyak air dan vitamin di dalamnya.

Vitamin yang ada pada timun seperti A, B, C, mineral, magnesium, kalium dan beberapa vitamin lainnya. Kandungan vitamin yang ada pada timun ini ternyata dapat bermanfaat untuk kulit manusia. Seperti sebagai bahan penyegar kulit dan mengencangkan kulit wajah.

Wajar saja, banyak produk perawatan kulit menggunakan bahan dasar timun, baik produk perawatan kulit wajah, maupun perawatan kulit untuk seluruh tubuh.

Daun Kemangi

Kemangi merupakan tumbuhan yang berbatang lunak, yang mana daunnya dapat dimakan dalam keadaan mentah sebagai lalapan. Kemangi memiliki aroma yang khas, kuat namun lembut dengan sedikit sentuhan aroma limau di daunnya.

Di dalam daun kemangi ternyata memiliki banyak kandungan vitamin yang penting bagi tubuh seperti anti oksidan, magnesium, betakaroten, arginin, dan eugenol. Manfaat dari kandungan vitamin dalam daun kemangi dapat berfungsi menangkal radikal bebas, membantu melancarkan aliran darah, meningkatkan antibody, dan mencegah kemandulan pada pria.

Selada

Selada merupakan sayuran yang masih satu keluarga dengan bunga matahari dan bunga aster.

Tumbuhan yang biasa digunakan sebagai salad ini biasa ditanam di daerah sedang dan tropikal.

Selada memiliki kandungan vitamin yang tidak kalah penting dengan sayur lalapan lainnya seperti vitamin A, K, folat dan zat besi. Manfaat vitamin yang terkandung dalam selada antara lain dapat membatu menyehatkan tulang dan kulit, juga membantu pembentukan sel darah merah.

Kol/Kobis

Kandungan serat dan air yang tinggi di dalam kol diketahui baik untuk saluran pencernaan. Manfaat kol ini diyakini dapat melancarkan buang air besar dan mencegah maupun menangani sembelit.

Kandungan antioksidan polifenol dan flavonoid di dalam kol diyakini baik untuk mengurangi peradangan yang disebabkan oleh radang usus dan rheumatoid arthritis.

Selain mengurangi peradangan, kandungan polifenol dan flavonoid di dalam kol juga diketahui dapat mengurangi tekanan darah dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL). Oleh karena itu, kol dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung.

Selain itu, kandungan serat, kalium, vitamin B3, dan folat di dalam kol juga dipercaya dapat menurunkan risiko terkena stroke dan serangan jantung dan menjaga kesehatan mata.Kandungan antioksidan polifenol yang tinggi di dalam kol ungu diyakini dapat mencegah gangguan penglihatan akibat degenerasi makula.

Kol ungu juga mengandung antioksidan lutein dan zeaxanthin serta vitamin A yang dapat mencegah kerusakan sel retina pada mata.

Selain itu, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sayuran, seperti brokoli, kubis, dan kol bisa menghambat pertumbuhan beberapa jenis sel kanker, seperti kanker esofagus, kanker usus besar, dan kanker lambung.

Manfaat kol tersebut berasal dari sifat antikanker yang terkandung di dalamnya. Kol juga mengandung vitamin C dan antioksidan yang diketahui dapat menghambat pertumbuhan sel kanker di dalam tubuh.

Beberapa manfaat di atas menunjukkan bahwa kol sangat baik untuk kesehatan tubuh. Meski demikian, untuk mendapatkan manfaat kol tersebut, Anda tidak disarankan mengonsumsinya secara berlebihan karena dapat menyebabkan perut kembung dan mual.[JPG/jawapos/aladokter.com]

Editor : Hari Puspita
#kesehatan #Lalapan