Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pemkab Klungkung Butuh Ratusan Miliar untuk Menata Nusa Penida, Tawarkan Solusi Kerjasama ke PT Kaishi agar Tak Kecewa

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Sabtu, 29 November 2025 | 14:10 WIB
BERUJUNG POLEMIK: Proyek lift kaca Pantai Kelingking, Nusa Penida yang berakhir dengan poelmik dan pembongkaran. (dok.Radar Bali)
BERUJUNG POLEMIK: Proyek lift kaca Pantai Kelingking, Nusa Penida yang berakhir dengan poelmik dan pembongkaran. (dok.Radar Bali)

NUSA PENIDA, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten Klungkung tengah memutar otak mencari solusi pendanaan untuk penataan belasan destinasi wisata di Kecamatan Nusa Penida, termasuk Pantai Kelingking.

Total anggaran yang dibutuhkan ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah demi mewujudkan program One Gate One Destination atau sistem retribusi terpusat.

Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, Bupati Klungkung, I Made Satria, mengambil langkah mengejutkan. Ia berencana menawarkan kerja sama pengelolaan destinasi ikonik Pantai Kelingking kepada PT Indonesia Kaishi Tourism Property Investment Development Group.

PT Kaishi sendiri adalah investor yang pembangunan glass viewing platform (lift kaca) miliknya di Nusa Penida saat ini terancam dibongkar lantaran terbukti tidak memiliki izin lengkap dan melanggar sejumlah aturan.

Tawarkan Kelingking sebagai Solusi

Bupati Satria mengonfirmasi rencana mediasi dan penawaran kerja sama ini dalam waktu dekat.

“Tentu akan ada mediasi antara kami di Pemda Kabupaten Klungkung dengan pihak investor. Secara lisan sudah, tetapi kami undang secara resmi belum. Segera mungkin [akan dilakukan] karena ini harus kami bicarakan lebih lanjut lagi. Karena kami akan menawarkan untuk pengelolaan di Kelingking itu juga,” jelas Satria.

Langkah ini disebut Satria sebagai solusi yang ditawarkan Pemkab Klungkung agar investor yang sudah telanjur berinvestasi di Nusa Penida tidak merasa kecewa. Ia bahkan menjadikan PT Kaishi sebagai prioritas utama.

“Agar tidak kecewa. Kaishi yang saya jadikan skala prioritas, baik di Pantai Kelingking maupun di objek-objek yang lain. Kalau saya kalkulasi kurang lebih investasinya [yang akan masuk] setengah triliun rupiah untuk sekitar 17 destinasi yang ada di Nusa Penida,” ungkapnya.

Penataan Ramah Lingkungan Jauh Lebih Murah

Jika penawaran ini diterima, pengelolaan Kelingking akan berpegangan pada perencanaan penataan yang sudah dimiliki Pemkab Klungkung, yang diklaim lebih ramah lingkungan. Salah satu fokus utamanya adalah penataan ratusan anak tangga menuju Pantai Kelingking yang kondisinya saat ini cukup curam.

Menurut Satria, penataan Kelingking sesuai rencana Pemkab jauh lebih efisien dibandingkan proyek lift kaca yang bermasalah.

“Penataan destinasi Pantai Kelingking ini sekitar Rp30 miliar hingga Rp40 miliar. Jauh lebih murah dibandingkan dengan lift kaca,” pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#Pro dan Kontra #Lift Kaca #pelanggaran perizinan #polemik #pantai kelingking