Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Undang Prabowo, PBNU Kubu Sultan Gelar Harlah 1 Abad NU di GBK

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 17 Desember 2025 | 15:11 WIB
DUALISME - Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Terjadi dualisme kepengurusan PBNU antara Kubu Sultan dan Kubu Kramat.
DUALISME - Gedung PBNU di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Terjadi dualisme kepengurusan PBNU antara Kubu Sultan dan Kubu Kramat.

RADAR BALI – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kubu Sultan merencanakan peringatan Hari Lahir 1 Abad NU yang akan digelar berbarengan dengan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 31 Januari 2026 mendatang.

Acara akbar tersebut direncanakan berlangsung di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Panitia Harlah 1 Abad NU dipimpin Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa. 

Penjabat Ketua Umum (Pj Ketum) PBNU Kelompok Sultan KH Zulfa Mustofa, memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan diundang dalam rangkaian acara tersebut.

"Insyaallah pastinya (Prabowo Subianto akan diundang)," ujar Zulfa di Bandung, seperti dikutip NU Online. 

Meskipun diadakan di lokasi dan waktu yang berdekatan, Zulfa memastikan Harlah 1 Abad NU dan Konbes NU merupakan dua agenda yang berbeda dan membutuhkan konsentrasi tersendiri.

Selain membahas Harlah, PBNU Kubu Sultan juga menyinggung upaya percepatan pelaksanaan Muktamar NU ke-35.

Meski demikian, hingga kini belum ada tanggal pasti yang ditetapkan.

"Belum, karena itu butuh kepastian semuanya berjalan rapi. Tapi memang akan diusahakan lebih cepat dari jadwal semula,” katanya.

Percepatan muktamar, menurut Zulfa, sangat bergantung pada penyelesaian seluruh surat keputusan (SK) kepengurusan.

Dia menegaskan bahwa muktamar tidak mungkin dilaksanakan apabila seluruh SK-SK belum rampung.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Zulfa juga memaparkan langkah konsolidasi internal organisasi sebagai tindak lanjut dari rekomendasi rapat pleno PBNU.

Konsolidasi ini bertujuan untuk penguatan internal dan percepatan kinerja organisasi. "Konsolidasi internal ini adalah rekomendasinya, dan sekarang sudah saya jalankan secara nyata,” tegasnya.

PBNU juga menargetkan percepatan penerbitan SK-SK kepengurusan yang akan dikoordinasikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi dan Kaderisasi (OKK) Ahmad Mukri, dibantu oleh KH Khairul Saleh.

Percepatan kinerja juga ditargetkan di tingkat pusat, wilayah, maupun daerah, dengan harapan seluruh program PBNU dapat kembali berjalan pada sisa masa kepengurusan.

“Insyaallah dalam waktu yang tidak lama, publik akan tahu siapa seluruh susunan pengurus PBNU,” ujarnya.

Menanggapi desakan islah untuk menyelesaikan konflik, Zulfa menegaskan bahwa yang terjadi bukanlah permusuhan antarpersonal Rais Aam KH Miftachul Akhyar (Kiai Miftach) dengan Ketua Umum KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) melainkan penegakan disiplin organisasi. 

Terkait isu ancaman pembentukan PBNU tandingan, Zulfa menanggapi dengan santai. "Sekarang sudah terlihat semua kumpul. Anggap saja hiburan,” pungkasnya.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar #Dualisme PBNU #muktamar nu #NAHDLATUL ULAMA (NU) #Nahdlatul Ulama #khofifah indar parawansa #Ketum PBNU Gus Yahya #Harlah 1 Abad NU #KH Yahya Cholil Staquf #Konferensi Besar NU #PBNU #prabowo subianto #KH Zulfa Mustofa #kh miftachul achyar #nu