Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Jalan Singaraja-Mengwi Sepanjang 3.900 Meter Telan Dana Rp 773 Miliar, Ini Alasannya

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 29 Desember 2025 | 12:26 WIB
MULAI DIGARAP - Pekerja mulai meratakan akses ke shortcut 9 dan 10 di sekitar air terjun Gitgit di Sukasada, Buleleng.
MULAI DIGARAP - Pekerja mulai meratakan akses ke shortcut 9 dan 10 di sekitar air terjun Gitgit di Sukasada, Buleleng.

RADAR BALI - Kementerian Pekerjaan Umum bersiap melanjutkan pembangunan jalan pintasan (shortcut) Singaraja-Mengwitani, khususnya pada titik 9 dan 10 di Desa Gitgit, Sukasada, Buleleng.

Proyek ini merupakan bagian dari rencana besar pembangunan jalan pintas yang secara keseluruhan terdiri dari 12 titik untuk menghubungkan Bali Utara dan Bali Selatan.

Tujuan utama dari megaproyek ini adalah memperbaiki geometri jalan guna memperpendek jarak serta waktu tempuh bagi masyarakat.

Setelah seluruh 12 titik rampung, perjalanan dari Mengwi menuju Singaraja diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 1 jam hingga 1 jam 15 menit, menghemat waktu hingga satu jam dibandingkan jalur lama.

Pembangunan shortcut titik 9 dan 10 dijadwalkan memulai tahap konstruksi fisik pada 7 Januari 2026 dengan target penyelesaian pada tahun 2027.

Panjang total sekitar 3.900 meter (3,9 km), terdiri dari jalan sepanjang 2.958 meter dan 6 buah jembatan dengan total panjang 942 meter.

Total nilai proyek mencapai Rp 773 miliar. Pembebasan lahan didanai oleh APBD Provinsi Bali, sedangkan konstruksi dibiayai oleh APBN.

Karena kerumitannya, proyek jalan tersebut dibagi menjadi dua paket. Paket pertama dikerjakan Waskita Karya dengan nilai proyek Rp 291,14 miliar serta paket 2 dikerjakan Nindya Karya dengan nilai proyek Rp 187 miliar.  

Trase jalan membentang dari sekitar SDN 4 Gitgit hingga wilayah Desa Pegayaman.

Selesainya titik 9 dan 10 akan memberikan dampak signifikan terhadap keselamatan. Setelah shortcut 9 dan 10 rampung, tikungan tajam antara Singaraja dan Mengwi akan berkurang dari 38 menjadi hanya 13 titik.

Jalan yang baru juga dirancang lebih landai dengan kemiringan antara 3,5 % hingga 10 % sehingga dapat dilalui kendaraan logistik dengan aman.

Tingkat kemiringan baru tersebut cukup drastis dibandingkan jalur lama yang memiliki kemiringan ekstrem hingga 27 % sehingga memicu kecelakaan dan kendaraan mogok.

Perkembangan Pembangunan 12 Titik Shortcut

Hingga saat ini, progres pembangunan jalan pintas Singaraja-Mengwitani telah menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Perjalanan proyek ini dimulai dengan tuntasnya pembangunan Titik 3, 4, 5, dan 6 yang telah resmi dioperasikan untuk masyarakat sejak akhir tahun 2019.

Keberhasilan ini kemudian dilanjutkan dengan penyelesaian Titik 7A, 7B, 7C, dan 8 yang mulai berfungsi pada 2023.

Selain itu, akses di wilayah batas Kota Singaraja juga semakin lancar berkat rampungnya pengerjaan Titik 7D dan 7E.

Memasuki awal tahun 2026, fokus utama beralih pada Titik 9 dan 10 yang akan memulai tahap pengerjaan fisik pada bulan Januari dengan target penyelesaian pada tahun 2027.

Setelah kedua titik tersebut tuntas, pemerintah berencana melanjutkan pembangunan Titik 11 dan 12 sebagai tahap penutup di wilayah Buleleng, yang menyasar jalur Desa Padangbulia hingga Desa Ambengan dengan target mulai pengerjaan pada tahun 2028.

Sementara itu, Titik 1 dan 2 yang berlokasi di wilayah Kabupaten Tabanan tetap masuk dalam rencana pengembangan selanjutnya, yang akan dikerjakan setelah seluruh rangkaian titik di wilayah Buleleng rampung sepenuhnya.***

Editor : Ibnu Yunianto
#badung #tabanan #koster #anggaran #Gitgit Waterfall #APBD Bali #shortcut #turyapada tower #wayan koster #gitgit #Danau Batur #buleleng #APBN 2026 #shortcut Buleleng #Singaraja #mengwitani