Siapa sangka, nuansa Pulau Dewata bisa dinikmati tanpa harus menyeberang jauh ke timur Indonesia. Meskipun hanya sekadar tiruannya saja. Posisinya di pesisir timur Sumatera Utara, tepatnya di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Di sini ada sebuah pantai yang mencuri perhatian pelancong dengan konsep uniknya: Pantai Bali Lestari.
LETAK pastinya di Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin. Di luar dugaan, wisata tiruan Bali ini sukses menjadi magnet baru dengan "menjual" suasana Pulau Bali di tepi Selat Malaka.
Sebelum tahun 2015, pantai ini hanyalah pantai biasa dengan nama Pantai Lestari Indah. Namun, pada 12 Februari 2015, seiring dengan pergantian manajemen, nama dan konsepnya dirombak total. Namanya menjadi Pantai Bali Lestari.
Sejak saat itu, pantai ini berubah drastis. Nuansa Bali dibuat semirip mungkin dengan detail yang mencolok:
- Terdapat gapura dan dekorasi khas Bali.
- Pohon-pohon dihiasi kain poleng (kain kotak-kotak hitam putih) khas Pulau Dewata.
- Restoran didekorasi dengan hiasan kain Bali dan menyajikan alunan lagu khas Bali.
- Area luar restoran dipenuhi meja dan kursi plastik yang teduh, dilengkapi dengan payung dan kain-kain Bali sebagai hiasan.
Slogan sederhananya adalah: "Tidak perlu jauh-jauh ke Pulau Dewata untuk merasakan suasana Bali, cukup di Sergai saja."
Jadi Magnet Wisata Baru Sumut, Capai 22 Ribu Pengunjung Sebulan
Strategi unik manajemen Pantai Bali Lestari ini terbukti berhasil. Lokasinya yang hanya berjarak sekitar 64 kilometer atau kurang lebih dua jam perjalanan dari Kota Medan menjadikannya pilihan ideal bagi warga Sumatera Utara yang mencari liburan instan dengan suasana berbeda.
Di awal pembukaannya saja, tingkat kunjungan ke pantai ini mencapai angka fantastis. Yakni 22 ribu wisatawan dalam sebulan.
Meskipun pada bulan-bulan berikutnya stabil di sekitar 10 ribu wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, angka ini menunjukkan betapa suksesnya konsep "Bali di Tanah Melayu" menarik minat publik.
Keberhasilan Pantai Bali Lestari menjadi contoh pintar bagaimana sentuhan kreativitas dan manajemen yang baik dapat mengubah destinasi biasa menjadi spot favorit.
Pantai ini merealisasikan harapan wisatawan yang ingin merasakan pesona Bali tanpa harus menempuh jarak jauh dan biaya mahal ke Pulau Dewata.[*]
Editor : Hari Puspita