NUSA PENIDA, RadarBali.id– Popularitas Nusa Penida sebagai destinasi wisata favorit di Bali ternyata belum didukung oleh infrastruktur telekomunikasi yang layak, standar, memadai.
Phak Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Klungkung mencatat setidaknya enam desa di kawasan tersebut masih mengalami kelemahan sinyal yang signifikan.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menghambat kenyamanan ribuan wisatawan yang berkunjung ke wilayah dengan kontur berbukit tersebut.
Daftar Desa Blank Spot dan Hambatan Jaringan
Kepala Diskominfo Kabupaten Klungkung, I Wayan Sudiarsa, menyebutkan enam desa yang mengalami kelemahan sinyal dan belum terlayani oleh Base Transceiver Station (BTS) maksimal, yaitu:
- Desa Pejukutan
- Desa Tanglad
- Desa Sekartaji
- Desa Batukandik
- Desa Batumadeg
- Desa Bunga Mekar
Sudiarsa menjelaskan bahwa problem utama yang dihadapi adalah ketiadaan jaringan kabel Fiber Optik (FO) di Nusa Penida. Selain itu, kondisi geografis pulau yang berbukit menjadi tantangan besar dalam optimalisasi kualitas sinyal.
"Perwakilan provider menjelaskan bahwa seluruh BTS di Nusa Penida saat ini masih terkoneksi dengan jaringan di Bali daratan," beber Sudiarsa, Kamis (9/10/2025).
Diskominfo Gandeng Telkomsel, Starlink Jadi Solusi Kantor Desa
Menyikapi masalah ini, Diskominfo Klungkung telah berkoordinasi dengan mitra operator seluler untuk mencari solusi pemenuhan layanan telekomunikasi.
Sudiarsa mengungkapkan bahwa Telkomsel menjadi satu-satunya provider yang memiliki kabel bawah laut dan diharapkan dapat segera mengatasi masalah sinyal di enam desa tersebut.
"Hasil koordinasi dengan pihak Telkomsel, dalam minggu-minggu ini pihak Telkomsel akan datang untuk berkoordinasi mencarikan solusi untuk memaksimalkan jaringan internet di sana," ungkapnya.
Sementara itu, untuk memastikan pelayanan publik tidak terganggu, kantor-kantor desa di Nusa Penida sudah terlayani jaringan internet. "Untuk di kantor desa, semua sudah terlayani. Ada yang menggunakan kabel optik dan ada yang menggunakan Starlink," tutupnya.[*]
Editor : Hari Puspita