Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Foto Berkebaya di Malioboro: Cara Baru Menikmati Jogja

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 23 Februari 2026 | 15:11 WIB

STREET FOTOGRAPHY: Ibu-ibu dari Bandung, Surabaya, Salatiga, Sidoarjo, dan Denpasar berkumpul di Jogja untuk melakukan pemotretan kebaya di kawasan Titik Nol.
STREET FOTOGRAPHY: Ibu-ibu dari Bandung, Surabaya, Salatiga, Sidoarjo, dan Denpasar berkumpul di Jogja untuk melakukan pemotretan kebaya di kawasan Titik Nol.

RADAR BALI - Meski potensi dan daya tarik wisatanya dinilai tidak sebanyak dan selengkap Bali, Yogyakarta tetap menjadi magnet luar biasa dengan catatan kunjungan mencapai 8 juta wisatawan.

Salah satu daya tarik yang konsisten menyedot perhatian adalah geliat wisata ekonomi kreatif di ruang publik. Salah satunya berpose di Titik Nol Jogja dengan mengenakan kebaya.

Meski konsepnya sederhana, namun viral di media sosial dan mengundang orang untuk berkunjung ke Jogja. 

Dengan tarif terjangkau, hanya Rp 5.000 per foto, para fotografer jalanan di jantung kota ini mampu meraup penghasilan harian dari aktivitas mengabadikan momen wisatawan.

Sejak pagi hingga malam hari, area sekitar Tugu dipadati pengunjung yang ingin berpose dengan latar monumen bersejarah tersebut.

Strategi "Murah tapi Banyak"

Konsep yang ditawarkan sederhana namun efektif. Fotografer biasanya menggunakan kamera digital atau ponsel berkualitas tinggi.

Hasil foto setelah diedit di lokasi langsung dikirim melalui aplikasi pesan atau AirDrop tanpa perlu dicetak. Kecepatan layanan inilah yang menjadi nilai tambah.

Dalam satu jam, seorang fotografer bisa melayani belasan hingga puluhan wisatawan, terutama pada waktu favorit seperti sore dan malam hari saat pencahayaan kota terlihat dramatis.

“Tarifnya murah, tapi jumlah wisatawan banyak, jadi hasilnya lumayan. Satu wisatawan juga tidak hanya berfoto satu dua pose, tapi beberapa pose karena mereka sudah effort menyewa kebaya," kata Rusli, salah satu fotografer di kawasan Titik Nol Jogja.

"Saat musim liburan atau akhir pekan, bisa 300-an orang yang berfoto dalam sehari,” ungkap mahasiswa Jurusan Fotografi ISI Jogja ini.

 

Diminati Wisatawan Lintas Negara

Tidak hanya wisatawan lokal, turis mancanegara juga tertarik menggunakan jasa ini. Banyak dari mereka ingin mendapatkan foto dengan komposisi terbaik tanpa harus repot mengatur tripod.

Fotografer lokal biasanya sudah memahami sudut pengambilan gambar yang pas, termasuk framing klasik dengan Tugu Golong-Gilig ikon Jogja di tengah jalan.

Fenomena ini juga merambah ke kawasan Malioboro melalui tren wisata fotografi berkebaya yang diminati wisatawan dari Jepang, Belanda, Australia, hingga Korea Selatan.

Salah satu penyedia layanan jasa penyewaan busana tradisional menyebutkan bahwa konsep ini menjadi bentuk wisata edukatif.

“Banyak tamu ingin merasakan bagaimana menjadi bagian dari budaya Jawa, bukan hanya melihat. Saat mereka memakai kebaya, ada rasa kedekatan emosional dengan tradisi,” ujar penyedia layanan tersebut.

Menggerakkan Ekonomi Kreatif Lokal

Aktivitas fotografer jalanan dan penyedia jasa busana adat menjadi bukti nyata bagaimana ekonomi kreatif mampu menjadi tulang punggung pariwisata Yogyakarta.

Antusiasme juga datang dari rombongan domestik, seperti rombongan ibu-ibu dari Sidoarjo yang sengaja datang untuk berfoto tematik mengenakan kebaya.

“Kalau belanja batik, foto di Malioboro, atau kulineran ke Jogja kan sudah biasa. Sekarang lagi viral foto bersama dengan kebaya matching. Rasanya seperti kembali ke masa lalu,” kata Esty.

Bagi para fotografer, Tugu dan Malioboro bukan sekadar simbol sejarah, melainkan sumber penghidupan.

Di tengah persaingan destinasi global, Yogyakarta membuktikan bahwa dengan kreativitas dan strategi harga merakyat, peluang cuan bisa hadir dari tempat yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Setiap senyum wisatawan yang terabadikan menjadi bagian dari perputaran ekonomi kecil yang terus berjalan di jantung kota budaya.***

Editor : Ibnu Yunianto
#titik nol jogja #tugu jogja #foto #viral #fotografer jalanan #malioboro #peluang usaha #viral hari ini #kebaya #jogja #wisata #ekonomi kreatif