Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Okupansi Hotel di Karangasem Lesu, Efek Perang Eropa hingga Nyepi dan Lebaran yang Berdekatan, Ini Penjelasan PHRI

Zulfika Rahman • Rabu, 18 Maret 2026 | 15:11 WIB

ilustrasi suasana Nyepi di Bali. (gambar digital gemini/radar bali)
ilustrasi suasana Nyepi di Bali. (gambar digital gemini/radar bali)

AMLAPURA, RadarBali.id– Meski telah memasuki musim libur panjang Nyepi dan Idul Fitri 2026, denyut pariwisata di Kabupaten Karangasem belum menunjukkan gairah.

Okupansi kamar hotel dilaporkan masih stagnan, bahkan cenderung lesu dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ketua PHRI Karangasem, I Wayan Kariasa, mengungkapkan bahwa hingga Selasa (17/3/2026), belum ada tanda-tanda lonjakan pemesanan. Menurutnya, ada dua faktor utama yang menjepit industri perhotelan saat ini:

  1. Faktor Domestik: Berdekatan selangnya waktu antara Hari Raya Nyepi dan Lebaran membuat wisatawan berpikir dua kali untuk berlibur karena adanya batasan aktivitas saat Nyepi.
  2. Faktor Global: Krisis geopolitik dan perang di Eropa berdampak langsung pada kunjungan wisatawan mancanegara. "Banyak wisatawan Eropa yang membatalkan pesanan kamar sejak beberapa minggu terakhir," ungkap Kariasa.

Harapan Pasca-Nyepi

Padahal, merujuk data historis, musim libur Lebaran biasanya mampu mendongkrak hunian hingga 20 persen, didominasi oleh wisatawan domestik yang tidak merayakan hari raya.

 Kariasa berharap situasi akan berbalik setelah prosesi Nyepi usai. "Ya nanti kita lihat setelah Nyepi, apakah ada peningkatan atau tidak," pungkasnya optimistis. [*]

Editor : Hari Puspita
#liburan hari raya #PHRI Karangasem #Nyepi dan Lebaran #phri