Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Harga Daging Babi Melonjak Drastis, Pengiriman ke Luar Bali Cukup Tinggi

Marsellus Nabunome Pampur • Selasa, 24 September 2024 | 13:52 WIB

 

KEBUTUHAN BABI: Salah seorang peternak Babi di Bali, jelang galungan harga melonjak tajam
KEBUTUHAN BABI: Salah seorang peternak Babi di Bali, jelang galungan harga melonjak tajam

DENPASAR, radarbali.id - Lonjakan harga daging babi menjelang hari raya Galungan dan Kuningan disebut biasa biasa terjadi. Meski nyatanya, saat ini ketersediaan daging babi menjelang Galungan dan Kuningan di Bali terbilang surplus. 

Hal itu disampaikan oleh Wayan Sunanda kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali di Denpasar, Minggu (22/9/2024).

Dia menjelaskan, bahwa saat ini stok daging babi di Bali terbilang cukup dan bahkan lebih dari kebutuhan. Dimana di tahun sebelumnya, kebutuhan daging babi di Bali saat hari raya galungan dan Kuningan sebanyak 30 ribu ekor.

 Baca Juga: Perkuat Branding Produk Kecantikan EcoEnzym UMKM Bali Tangi, Dosen LSPR kembali Raih Dana Hibah Dikti

”Per hari ini, babi yang siap potong sebanyak 65 ribu ekor. Kebutuhan kita untuk Galungan kali ini 35 ribu ekor. Jadi masih surplus. Masih aman," ungkapnya. Saat ditanya penyebab naiknya harga daging babi saat ini, dia mengatakan hal itu biasa terjadi di moment hari raya.

”Itu biasa di moment hari raya seperti ini Pasti daging babi lah yang naik harganya," tambahnya. Dia menjelaskan, saat ini harga daging babi di pasaran mencapai Rp92 ribu per kilo gram. Sedangkan harga untuk babi hidup menyentuh angka Rp49 ribu per kilo gram. 

Meski kenaikan harga terbilang cukup signifikan, dia mengaju harga tersebut masih bisa terkendali. ”Itu tetap kita kendalikan, lakukan pendampingan agar harga babi tetap stabil di hari raya ini," sambungnya. Saat ini, kata dia, daging babi dsri Bali juga banyak disuplai ke luar Bali.

 Baca Juga: Bawa Senjata Tajam, Warga Sanur Bubarkan Kelompok Pendatang yang Hendak Bentrok, Begini Masalahnya

Tiga kota tujuan terbesarnya yakni ke Sulawesi, Kalimantan Barat, dan Lampung. Permintaan daging babi dari Bali ini terjadi karena di sejumlah kota tersebur, peternakan babi masih terserang virus ASF. Dengan banyakny daging babi dikirim ke luar Bali, stok kebutuhan di Bali katandia masih terkendali.

 ”Karena stok kita sekitar 65 ribu dan kebutuhan kita 35 ribu sehingga surplusnya kita bisa keluarkan," tukasnya.

Menurutnya, sejak Januari 2024 hingga sekarang, setidaknya sudah ada 100 ribu ekor babi dikirim ke luar Bali. Selain ke tiga tujuan dulu atas, Surabaya dan Jakarta juga menjadi tujuan pengiriman. Hanya saja permintaannya tak sebesar Sulawesi, Lampung dan Kalimantan Barat.***

Editor : M.Ridwan
#lonjakan harga #babi #galungan #kuningan #bali