Pertama kali di Bali, kejuaraan tingkat nasional terbuka untuk para atlet panahan, khususnya di kategori panahan tradisional horsewbow mengikuti ajang Wirottama Cup 2023. Ajang yang digelar di Lapangan Banteng, Seminyak, berlangsung 14-15 Oktober 2023 oleh Perdana (Perkumpulan Pemanah Berkuda Indonesia) Bali ini diikuti ratusan peserta dari 16 Provinsi.
PENUTURAN Ketua Perdana Bali, Hijrah Saputra saat ditemui usai acara pembukaan kemarin mengatakan selain menjadi ajang bersejarah karena pertama kali digelar di Pulau Dewata, juga sekalian menjadi ajang silahturahmi se-Nusantara.
Terlebih para peserta yang hadir dari Aceh hingga Papua dalam ajang yang rencananya akan dibuat sebagai agenda rutin tahunan ini.
Untuk jumlah peserta, total ada sebanyak 158 pemanah, terdiri dari pria sebanyak 117 orang dan wanita sebanyak 41 orang. "Kami bagi menjadi dua kategori. Kategori wanita di lima puluh meter dan pria di jarak tujuh puluh meter," ujarnya kemarin.
Yang menarik, tak hanya menjadi juara dengan mencari poin terbaik dari para pemanah, tetapi juga mencari pemanah dengan kostum terbaik. Maka tak heran, ketika para pemanah dalam ajang ini menggunakan kostum daerahnya.
Nah, dari kostum yang terkesan “gado-gado” busananya ini maka tek pelak sebagian jadi terlihat unik dan aneh.
"Karena ini panahan tradisional, mau tidak mau mereka pun membawa indentitas kedaerahannya mereka masing-masing. Begitu juga sebaliknya, ketika ada event di daerah lain, kami akan menggukan kostum dari daerah Bali," ujarnya.
Di sisi lain, Wirottama Cup 2023 ini juga menjadi rangkaian dari HUT TNI ke 78. Selain itu, ajang ini juga bisa untuk menarik para wisatawan ke Bali pasca bangkit dari Pandemi Covid 19 sebagaimana dikatakan Danyonif Raider 900/Sbw Letkol INF Deden Ika Drajat.
"Ini bisa menambah kunjungan wisatawan domestik ke Bali. Karena kegiatan olahraga kini juga sebagai sport tourism untuk meningkatkan wisatan ke Bali. Selain itu, acara ini juga untuk pembinaan atlet untuk lebih baik dan menjadi juara," ujarnya.
Letkol Deden pun berharap agar even ini bisa berlanjut setiap tahunnya. "Ini kegiatan pertama kali di Bali. Tapi perlu diingat, ini bukan tentang memenangkan medali. Tetapi tentang semangat kebersamaan dan sportivitas. Mari junjung tinggi nilai fairplay," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita