Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duel Guru dan Murid Warnai Laga Bali United vs Dewa United

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 29 Desember 2025 | 04:14 WIB
Gelandang Bali United Brandon Wilson.
Gelandang Bali United Brandon Wilson.

RADAR BALI - Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, akan menjadi saksi pertemuan penuh emosi dalam laga tunda pekan ke-8 BRI Super League 2025/26, Senin (29/12) sore.

Pertandingan yang mempertemukan Bali United FC melawan Dewa United Banten FC.

ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan panggung adu taktik antara dua pelatih asal Belanda yang memiliki kedekatan historis: Johnny Jansen dan Jan Olde Riekerink.

Sorotan utama tertuju pada pinggir lapangan, di mana Johnny Jansen akan menghadapi sosok yang pernah menjadi mentornya.

Jansen merupakan asisten pelatih Jan Olde Riekerink saat keduanya menukangi klub SC Heerenveen pada musim 2018/2019.

Tidak hanya dengan Jan Olde, Jansen juga memiliki hubungan baik dengan asisten pelatih Dewa United saat ini Roy Hendriksen sejak mereka masih aktif bermain di Liga Belanda.

Meskipun memiliki ikatan emosional sebagai mantan murid, Johnny Jansen menegaskan profesionalisme di atas lapangan. Ia menyadari tantangan besar yang dibawa oleh Dewa United ke Pulau Dewata.

"Saya pikir besok pertandingan akan sulit karena mereka tim yang bagus dengan kualitas pemain luar biasa. Tapi kami juga memiliki komposisi pemain yang bagus dan saya yakin dengan kualitas tim saya bisa meraih hasil positif," ungkap Coach Johnny.

Menanggapi gaya bermain lawan, Jansen mengakui pengaruh filosofi Belanda yang dibawa Jan Olde. Menurutnya, Jan memiliki visi permainan ball possession yang sangat kuat, warisan dari pengalamannya di klub besar seperti Ajax.

Namun, Jansen optimistis telah meramu strategi yang sesuai dengan karakter sepak bola Indonesia.

Selain adu mekanik di kursi pelatih, laga ini juga diwarnai reuni pemain. Brandon Wilson di kubu Bali United akan berhadapan langsung dengan mantan rekan setimnya Privat Mbarga. Keduanya pernah bahu-membahu di bawah asuhan Stefano Cugurra musim lalu.

Brandon, yang baru saja kembali dari masa hukuman akibat akumulasi kartu, menyatakan kesiapannya untuk meredam keganasan Privat di lini serang.

Dia telah mempersiapkan fisik secara maksimal, mulai dari porsi latihan di gym hingga taktik di lapangan hijau. "Privat adalah teman yang baik saat kami bersama di sini. Hanya saja besok selama 90 menit kami adalah lawan," katanya.

"Setelah itu, kami akan bersalaman untuk kembali sebagai teman," tegas pemain bernomor punggung 6 tersebut.

Bali United saat ini menduduki peringkat ke-7 klasemen dengan koleksi 20 poin. Kemenangan di laga tunda ini sangat krusial untuk menjaga jarak dengan papan atas.

Sebaliknya, Dewa United Banten FC yang berada di posisi ke-12 dengan 16 poin mengusung misi mencuri poin demi memperbaiki posisi mereka.

Selain mewaspadai Privat Mbarga, lini pertahanan Serdadu Tridatu juga harus mengantisipasi ancaman dari sosok Stefano Lilipaly.

Nama besar Lilipaly yang kini berseragam Dewa United diprediksi akan memberikan tekanan ekstra bagi pertahanan tuan rumah.

Laga penuh gengsi ini dijadwalkan akan berlangsung mulai pukul 16.30 WITA dan dapat disaksikan melalui siaran langsung di Indosiar.

Apakah sang murid berhasil melampaui sang guru, atau pengalaman Jan Olde Riekerink yang akan kembali berjaya di Gianyar?***

Editor : Ibnu Yunianto
#dewa united #privat mbarga #Johnny Jansen #Dewa United Banten FC #SC Heerenveen #Jan Olde Riekerink #stefano lilipaly #bali united vs dewa united #bali united #stefano cugurra #brandon wilson