Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Barito Putera Tak Terbendung di Puncak, Persiku Kudus Terbenam

Dhian Harnia Patrawati • Selasa, 6 Januari 2026 | 11:18 WIB
Striker Barito Wildan Ramdani mencoba melewati barisan pertahanan Persiku Kudus.
Striker Barito Wildan Ramdani mencoba melewati barisan pertahanan Persiku Kudus.

RADAR BALI – PS Barito Putera sukses mengamankan poin penuh setelah menundukkan tamunya, Persiku Kudus, dengan skor tipis 1-0 dalam lanjutan laga Pegadaian Championship Grup 2 di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Senin (5/1/2026) sore.

Kemenangan ini tidak hanya memperkokoh posisi Laskar Antasari di puncak klasemen, tetapi juga menandai kembalinya atmosfer magis stadion legendaris tersebut.

Pertandingan berlangsung sengit sejak awal babak pertama. Namun, kebuntuan baru pecah pada menit ke-54 melalui aksi kapten tim, Rizky Pora. Memanfaatkan peluang di dalam kotak penalti, Rizky melepaskan sepakan keras yang gagal dihalau oleh kiper Persiku, Nuri Agus Wibowo.

Sayangnya, euforia gol tersebut sedikit ternoda setelah Rizky Pora harus diusir keluar lapangan oleh wasit. Ia menerima kartu merah akibat insiden penyikutan terhadap pemain Persiku Kudus.

Bermain dengan 10 orang, Barito Putera dipaksa bertahan total dan hanya mengandalkan serangan balik demi meredam gempuran tim tamu hingga peluit panjang dibunyikan.

Laskar Antasari Kokoh di Puncak Klasemen

Tambahan tiga poin ini membuat Barito Putera semakin nyaman di posisi teratas klasemen sementara Grup 2 dengan koleksi 34 poin. Saat ini, mereka unggul empat poin atas pesaing terdekatnya, PS Sleman.

Hasil ini juga memperpanjang rekor impresif skuat asuhan Stefano Cugurra yang tidak terkalahkan dalam enam pertandingan beruntun.

Sebaliknya, kekalahan ini membuat Persiku Kudus masih tertahan di papan bawah klasemen dengan raihan 8 poin, setara dengan koleksi poin PSIS Semarang.

Kerinduan Tujuh Tahun di Stadion 17 Mei

Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi para suporter. Setelah menanti hampir tujuh tahun, Barito Putera akhirnya kembali merumput di Stadion 17 Mei. Sekretaris Umum Barito Mania, Zainu Abdillah (Zezen), menyebut atmosfer di stadion ini jauh lebih luar biasa dibandingkan saat mereka bermarkas di Stadion Demang Lehman (SDL).

"Auranya terasa beda. Lebih dari tujuh ribu penonton hadir, 17 Mei hampir full house. Jumlah ini belum pernah kita capai saat masih di Liga 2 waktu bermain di SDL," ungkap Zezen, Selasa (6/1/2026).

Meski menang, Zezen mengakui laga tersebut sangat menegangkan, terutama setelah tim kehilangan pemain kunci dan harus bermain dengan sepuluh orang.

Nada kritis tetap muncul dari tribun penonton. Koordinator Ultras 1988, Muhammad Rey, menilai meski menang, permainan Barito Putera masih memiliki banyak celah, terutama di sektor lini depan dan pengatur serangan.

"Permainan masih kurang memuaskan karena tidak adanya striker tajam dan gelandang serang yang mumpuni. Semoga Coach Teco bisa mencari pemain yang layak untuk ke depannya, apalagi jika kita menargetkan naik ke Liga 1," tegas Rey.

Selain menyoroti teknis permainan, Rey juga mengimbau para suporter, khususnya di Tribun Selatan, untuk terus meningkatkan militansi mereka dalam mendukung tim selama 2 x 45 menit penuh.

Kepulangan Barito Putera ke Stadion 17 Mei membawa pesan jelas: kemenangan di lapangan harus diimbangi dengan perbaikan komposisi skuat dan soliditas dukungan suporter demi menjaga asa kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.***

Editor : Ibnu Yunianto
#Barito Putera vs Persiku Kudus #persiku kudus #rizky pora #barito putera #championship #barito