Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Preview Borneo vs PSIM: Lefundes Pantang Anggap Enteng Laskar Mataram

Dhian Harnia Patrawati • Kamis, 29 Januari 2026 | 17:09 WIB
Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes waspadai kebangkitan PSIM setelah dipermalukan Persebaya 0-3 di Stadion Sultan Agung.
Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes waspadai kebangkitan PSIM setelah dipermalukan Persebaya 0-3 di Stadion Sultan Agung.

RADAR BALI - Borneo FC Samarinda mulai mematangkan persiapan menjelang laga kandang menjamu PSIM Jogjakarta di Stadion Segiri pada Minggu (1/2).

Meski tim tamu baru saja menelan kekalahan telak, pelatih Borneo FC Fabio Lefundes enggan memandang sebelah mata kekuatan lawan.

Menghadapi Laskar Mataram yang baru saja menjadi bulan-bulanan Persebaya, Lefundes memilih untuk tetap waspada.

Menurut eks pelatih Persita Tangerang ini, PSIM tetap merupakan tim berkualitas yang memiliki potensi besar untuk mengancam ambisi tuan rumah.

Lefundes menyadari bahwa hasil minor yang dialami PSIM justru bisa menjadi bahan bakar bagi mereka untuk tampil lebih meledak.

Saat ini, PSIM melorot ke peringkat tujuh klasemen sementara dengan koleksi 30 poin setelah disalip Persebaya.

"Ya saya tahu PSIM baru saja kalah 3-0 di kandang, tapi dalam kondisi ini bisa saja mereka memiliki motivasi besar untuk bangkit. Itu yang harus kami antisipasi," beber Lefundes.

Lefundes berharap dukungan suporter di Stadion Segiri mampu memacu semangat juang anak asuhnya.

"Kita harus bisa memetik poin maksimal di depan pendukung kita sendiri. Pemain harus bekerja keras memberikan penampilan terbaik," tegasnya.

Misi Bangkit Jean Paul Van Gastel

Di kubu lawan, pelatih PSIM Jean Paul Van Gastel mengusung misi bangkit pada laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/26 ini. Sebagai bentuk keseriusan, pelatih asal Belanda tersebut mengambil langkah taktis dengan menggeser jadwal latihan rutin dari sore ke pagi hari demi menghindari kendala cuaca.

"Musim hujan, itu saja alasannya. Saya bicara dengan staf dan orang lokal yang berpengalaman terkait musim hujan di sini," ujar Van Gastel pada Selasa (27/1).

Langkah ini diambil untuk memastikan program persiapan menuju Samarinda berjalan optimal tanpa terganggu hujan ekstrem.

Menghadapi putaran kedua, pelatih PSIM tersebut menegaskan tidak akan mendatangkan pemain baru. Ia memilih untuk memercayai kedalaman skuad yang ada, meski sempat diuji oleh badai cedera.

"Kami tidak dalam posisi untuk mendatangkan empat pemain seperti Persebaya. Jadi kami memaksimalkan skuad yang kami miliki saat ini," tegas Van Gastel.

Beruntung bagi PSIM, beberapa pilar utama kini mulai kembali. Kembalinya bek Andy Setyo yang tampil apik di laga sebelumnya memberikan angin segar. Selain itu, lini pertahanan PSIM masih diperkuat nama-nama tangguh seperti:

Bek Tengah: Franco Ramos Mingo (Argentina), Yusaku Yamadera (Jepang), dan Asyraq Gufron.

Bek Sayap: Reva Adi Utama, Dede Sapari, Lucky Oktavianto, serta Raka Cahyana.

Evaluasi Lini Belakang

Kekalahan 0-3 dari Persebaya menjadi pelajaran berharga bagi Van Gastel, terutama soal kedisiplinan posisi.

Krisis sempat terjadi saat Andy Setyo dan Rendra Teddy ditarik keluar karena kram, yang memaksa pemain seperti Rio Hardiawan dan Rakhmatsho Rakhmatzoda bermain di luar posisi aslinya.

Menghadapi tim berjuluk Pesut Etam, rotasi pemain dan kesiapan mental menjadi kunci utama bagi Laskar Mataram.

Van Gastel menuntut kesiapan seluruh elemen tim, termasuk pemain yang minim menit bermain, untuk tetap siap saat dibutuhkan demi menjaga konsistensi di papan atas klasemen.***

Editor : Ibnu Yunianto
#borneo fc #psim yogyakarta #Super League #Jean Paul van Gastel #Fabio Lefundes Borneo FC #Borneo FC Samarinda #Borneo FC vs PSIM Yogyakarta #psim jogja