Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Derby Mataram Berakhir Imbang, PSIM Gagal Kudeta Persebaya dan Persita

Dhian Harnia Patrawati • Jumat, 6 Februari 2026 | 20:35 WIB
Bek Persis Luka Dumancic terbang menghindari tekel Bek PSIM Rendra Teddy dalam Derby Mataram di Stadion Sultan Agung Bantul.
Bek Persis Luka Dumancic terbang menghindari tekel Bek PSIM Rendra Teddy dalam Derby Mataram di Stadion Sultan Agung Bantul.

RADAR BALI - Pertandingan panas bertajuk Derby Mataram yang mempertemukan tuan rumah PSIM Yogyakarta melawan PERSIS Solo berakhir tanpa pemenang.

Laga pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 yang digelar di Stadion Sultan Agung pada Jumat (6/2) tersebut ditutup dengan skor kacamata 0-0.

Hasil ini membuat PSIM gagal memanfaatkan momentum untuk menggeser posisi Persebaya dan Persita di papan atas klasemen.

Laskar Mataram hanya berhasil mendapatkan tambahan satu poin yang berselisih 1 poin lebih sedikit dari Persita dan Persebaya yang sama sama mengumpulkan 32 poin dari 19 pertandingan.

Persebaya baru akan menghadapi Bali United di pekan ke-20 Super League pada 8 Februari, sedangkan Persita akan melawat ke kandang Semen Padang pada hari yang sama.  

Bagi PERSIS, hasil imbang di Bantul serasa kemenangan kecil. Untuk kali pertama dalam 7 pertandingan, sejak 8 November 2025, Persis berhasil mendapatkan poin.

Uniknya, poin terakhir PERSIS juga didapatkan dari hasil imbang 2-2 dengan PSIM di putaran pertama. 

Selain itu, hasil imbang di Derby Mataram juga kali pertama Persis mencetak cleen sheet dalam 6 pertandingan terakhir. Secara total gawang PERSIS diberondong 13 gol dalam 6 pertandingan tersebut. 

Rinciannya, gawang PERSIS dibobol 4 gol saat melawan PSM Makassar, kebobolan 3 gol saat melawan Semen Padang dan Persita, serta kebobolan masing-masing satu gol saat melawan Dewa United, Borneo FC, dan Persib Bandung.  

Tingginya intensitas pertandingan juga membuat bek PERSIS banyak melakukan sapuan ke luar lapangan. Meski demikian, para pemain belakang PERSIS bermain efektif dengan tidak terpancing emosi lawan yang berisiko terkena kartu maupun hukuman penalti. 

Meski gagal membawa pulang poin penuh, Pelatih Kepala PERSIS Milomir Seslija tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap perjuangan para pemainnya di lapangan.

Menurutnya, tensi tinggi yang tersaji sepanjang laga mencerminkan rivalitas sehat antar kedua tim.

"Ini merepresentasikan laga Derby yang sesungguhnya. Ini tidak mudah karena laga berjalan dengan intensitas tinggi dan kita jadi lebih baik di tiap pertandingan. Jadi ini adalah hasil yang pantas kita dapatkan," ujar Milo.

Pelatih berkebangsaan Bosnia tersebut menegaskan bahwa hasil imbang ini tidak akan mematahkan semangat tim. Sebaliknya, ia melihat adanya progres positif yang ditunjukkan anak asuhnya sebagai modal untuk melangkah lebih jauh di kompetisi musim ini.

Komitmen Perbaikan Tim

Milo menyadari masih ada ruang untuk pembenahan. Ia berkomitmen untuk terus mengevaluasi kinerja tim agar bisa meraih hasil maksimal pada laga-laga berikutnya.

Milo juga meminta para pendukung untuk tetap memberikan kepercayaan penuh kepada klub.

"Jika ada yang membuat kesalahan, kita memperbaiki satu sama lain. Itu poin yang sangat bagus. Saya mencoba untuk menyelesaikan masalah ini demi meraih kemenangan," tambahnya.

Tanggapan dari Sisi Pemain

Nada serupa disampaikan oleh bek PERSIS Luka Dumancic. Pemain asing ini mengakui bahwa mencuri poin di kandang PSIM bukanlah perkara mudah, mengingat atmosfer pertandingan yang sangat kompetitif.

"Hari ini adalah permainan yang sangat bagus namun sulit. Seperti yang sudah saya katakan, ini adalah Derby Mataram. Saya pikir kami melakukan pertandingan yang sangat bagus," kata Luka.

Luka juga menekankan bahwa dirinya dan rekan-rekan setim masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi sepenuhnya dengan gaya permainan di Indonesia.

Namun, Luca berjanji akan bekerja lebih keras demi memberikan kemenangan bagi Laskar Sambernyawa di masa depan.

"Kami masih butuh sedikit waktu untuk beradaptasi. Tapi di setiap pertandingan berikutnya, kami akan mencoba untuk melakukan yang terbaik dan bertarung lebih keras lagi," pungkasnya.***

Editor : Ibnu Yunianto
#persis solo #Stadion Sultan Agung (SSA) #persita #rendra teddy widjanarko #psim vs persis #Luka Dumancic #Derbi Mataram #Vukasin Vranes #derby mataram #milomir seslija #Jean Paul van Gastel #Persebaya #psim jogja