RADAR BALI - Bali United FC harus puas berbagi angka dengan PSIM Yogyakarta pada pekan ke-22 BRI Super League 2025/26.
Padahal, Serdadu Tridatu sempat menunjukkan dominasi luar biasa di Stadion Sultan Agung dengan unggul tiga gol terlebih dahulu.
Laga ini sekaligus menjadi panggung pembuktian bagi Irfan Jaya yang mulai menemukan kembali sentuhan terbaiknya setelah sempat menepi cukup lama akibat cedera.
Pasukan asuhan Pelatih Bali United Johnny Jansen sebenarnya tampil sangat meyakinkan sejak menit awal.
Bali United berhasil membuka keunggulan pada menit 33 melalui skema serangan balik cepat.
Umpan cut back matang dari Irfan Jaya berhasil diselesaikan dengan sempurna oleh Thijmen Goppel melalui sepakan kaki kirinya yang merobek jala tuan rumah.
Dominasi Serdadu Tridatu berlanjut di penghujung babak pertama melalui situasi bola mati.
Berawal dari tendangan sudut yang dilepaskan Teppei Yachida, bola disambut dengan sundulan oleh Joao Ferrari.
Bola liar tersebut kemudian disambar oleh Tim Receveur dengan tendangan terukur ke arah gawang yang dijaga Cahya Supriadi, menutup babak pertama dengan skor 0-2 untuk keunggulan tim tamu.
Memasuki babak kedua tepatnya di menit 56, giliran Irfan Jaya yang mencatatkan namanya di papan skor.
Berawal dari umpan balik Thijmen Goppel, Irfan Jaya melepaskan sepakan keras yang tak mampu dihalau kiper lawan.
Gol ini menjadi sangat emosional bagi Irfan, mengingat ini adalah gol pertamanya sejak terakhir kali membobol gawang Malut United pada 15 Agustus 2025 lalu.
Sejauh ini, pemain asal Bantaeng tersebut telah mengoleksi 3 gol dan 1 assist dari 10 penampilannya musim ini.
Sayangnya, keunggulan tiga gol tersebut mulai goyah saat Shavio Sheva memperkecil ketertinggalan pada menit 64 melalui bola rebound dari luar kotak penalti.
Situasi semakin memburuk bagi Bali United pada menit 72 ketika Joao Ferrari harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu merah berdasarkan tinjauan VAR.
Kalah jumlah pemain membuat Laskar Mataram leluasa menggempur pertahanan Serdadu Tridatu.
Petaka berlanjut di menit 88 saat upaya clearance Kapten Bali United Ricky Fajrin justru berujung gol bagi tuan rumah.
Hanya berselang dua menit, sundulan Franco Gaston menyamakan kedudukan menjadi 3-3 yang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini membuat Bali United kini mengoleksi 29 poin dan harus rela terlempar dari posisi 10 besar ke peringkat ke-11 klasemen sementara.
Pelatih Bali United Johnny Jansen mengaku sangat kecewa dengan hasil imbang yang terasa seperti kekalahan ini.
Ia menyebutkan bahwa pertandingan berlangsung gila karena timnya sempat memegang kendali penuh sebelum kehilangan fokus di lini belakang setelah insiden kartu merah.
Eks pelatih NEC Nijmegen ini menegaskan akan segera melakukan evaluasi mendalam untuk memperbaiki kekurangan koordinasi di sisa kompetisi musim ini.***
Editor : Ibnu Yunianto