RADAR BALI - Pertarungan sengit akan tersaji pada pekan ke-23 BRI Super League 2025/26 saat Malut United FC menjamu Persija Jakarta di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Selasa (24/2) malam.
Laga ini menjadi momen spesial karena suporter tuan rumah akan hadir langsung di tribun untuk memberikan dukungan penuh kepada Gustavo Franca dan kawan-kawan dalam upaya menjinakkan Macan Kemayoran.
Pelatih Malut United Hendri Susilo memastikan timnya telah mengalihkan fokus sepenuhnya ke laga ini setelah sebelumnya ditahan imbang Semen Padang FC.
Meski jadwal kompetisi sangat padat, persiapan tim berjuluk Naga Gamalama ini diklaim berjalan optimal. Hendri menegaskan bahwa anak asuhnya sudah melupakan hasil minor di laga lalu dan siap bekerja keras demi mengamankan tiga poin di markas sendiri.
Secara statistik, Malut United merupakan tim yang sangat mengerikan saat bermain di Ternate.
Hingga pekan ke-22, mereka menyandang status sebagai tim tersubur di liga dengan koleksi 44 gol, di mana 29 gol di antaranya lahir di kandang.
Keangkeran Stadion Gelora Kie Raha bahkan sudah dirasakan tim papan atas seperti Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda yang dipaksa pulang tanpa poin.
Meskipun harus kehilangan Safrudin Tahar dan Nilson Junior karena akumulasi kartu, Hendri Susilo tidak merasa khawatir.
Dia meyakini kedalaman skuadnya mampu memberikan perlawanan yang seimbang dengan mengandalkan kolektivitas permainan.
Bek sayap Malut United Igor Inocencio juga optimis bahwa dukungan suporter akan menjadi faktor kunci untuk mematahkan rekor buruk mereka yang belum pernah menang atas Persija dalam tiga pertemuan terakhir.
Di sisi lain, Persija Jakarta datang ke Maluku Utara dengan ambisi besar untuk membawa pulang poin penuh.
Pelatih Persija Mauricio Souza mengakui bahwa menghadapi Malut United di kandangnya bukanlah perkara mudah.
Namun, Macan Kemayoran tetap percaya diri dengan identitas permainan agresif mereka. Persija sendiri saat ini tercatat sebagai tim tertajam kedua dengan 39 gol dan memiliki pertahanan yang sangat solid.
Persiapan Persija sebenarnya tidak terlalu ideal karena faktor kelelahan akibat perjalanan jauh dan jarak pertandingan yang hanya empat hari setelah melawan PSM Makassar.
Mauricio Souza lebih memprioritaskan pemulihan fisik pemain daripada taktik yang rumit. Beruntung bagi Persija, para pemain sudah memahami skema permainan yang diinginkan sang pelatih sehingga proses adaptasi strategi berjalan cepat.
Motivasi tambahan bagi skuad Jakarta muncul setelah pesaing di papan atas, Borneo FC, menelan kekalahan baru-baru ini.
Bek senior Persija Jordi Amat menegaskan bahwa laga melawan Malut United adalah momentum emas untuk memangkas jarak di klasemen.
Pemain berusia 33 tahun itu memastikan seluruh penggawa Persija akan fokus penuh meredam agresivitas tuan rumah demi menjaga asa dalam persaingan memperebutkan gelar juara.***
Editor : Ibnu Yunianto