Hujan Mulai Turun, BPBD Tabanan Ingatkan Warga Cermati Titik Rawan Longsor dan Banjir

TABANAN, Radar Bali.id – Sejumlah wilayah di Kabupaten Tabanan mulai diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada akhir bulan Oktober 2026 ini.
Baca Juga: Siaga Bencana Musim Hujan di Jembrana: 71 Titik Evakuasi Disiapkan, Posko Diaktifkan 24 Jam
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan lantas meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, menyebutkan dengan musim hujan yang sudah tiba sekarang ini, potensi bencana hidrometeorologi harus diantisipasi oleh masyarakat di Tabanan, khususnya pada wilayah kecamatan dengan topografi pegunungan dan perbukitan.
Sebagai langkah antisipasi mandiri, masyarakat diimbau untuk melakukan perompesan dan pemangkasan pohon yang rimbun atau rawan tumbang. Selain itu, warga diharapkan aktif melakukan mitigasi bencana secara mandiri dengan terus memantau perubahan cuaca setiap saat serta membersihkan saluran air di lingkungan sekitar.
"Termasuk pula kesigapan saat kondisi darurat dengan cepat melapor ke aparat desa dan kecamatan, agar saat bencana terjadi dapat segera mungkin dievakuasi dan diberikan bantuan," ujar Srinadha Giri saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026).
Ia menambahkan, langkah pihaknyadalam menghadapi bencana hidrometeorologi yakni dengan mengeluarkan surat edaran dan imbauan yang ditujukan kepada para camat hingga desa agar lebih menggencarkan mitigasi bencana. Di samping itu, pihaknya pula telah memetakan wilayah-wilayah kecamatan yang berpotensi terjadi bencana alam.
Berdasarkan pemetaan, Kecamatan Pupuan, Baturiti, dan Penebel rawan terhadap bencana tanah longsor. Sementara wilayah Marga, Kediri, Tabanan, dan Kerambitan rawan dengan bencana banjir. Adapun daerah lainnya seperti Kecamatan Selemadeg, Selemadeg Timur, dan Selemadeg Barat juga rawan dengan ancaman tanah longsor.
"Wilayah-wilayah yang rawan bencana alam saat musim hujan ini menjadi perhatian serius kami. Kami juga telah bekerja sama dengan tim Taruna Siaga Bencana [Tagana] desa," ungkapnya.
Terkait periode musim hujan, Srinadha Giri menyebutkan kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga bulan Desember jika mengacu pada prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
"Kami ingatkan masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai untuk lebih waspada dengan potensi bencana banjir," tandasnya. [*]



