Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tebing Sawah Longsor Terjang Rumah Warga, BPBD Tabanan Imbau Waspada Potensi Bencana

J
Penulis: Juliadi Radar Bali❯
BERSIHKAN BEKAS LONGSOR: Petugas BPBD Tabanan bersama aparat desa Desa Belimbing, Babinsa Belimbing, BabinKantibmas dan Masyarakat yang melakukan pembersihan material longsor. (foto:istimewa)
BERSIHKAN BEKAS LONGSOR: Petugas BPBD Tabanan bersama aparat desa Desa Belimbing, Babinsa Belimbing, BabinKantibmas dan Masyarakat yang melakukan pembersihan material longsor. (foto:istimewa)

Advertisement

SINGASANA, Radar Bali.id – Musibah bencana alam akibat cuaca ekstrem terus mengintai wilayah Kecamatan Pupuan, Tabanan.

Setelah sebelumnya rumah milik Ni Wayan Darsi, 68, warga Banjar Dinas Karyasari ambruk diterjang hujan lebat dan angin kencang, kini giliran rumah milik Ni Nyoman Seribulih, 60, warga Banjar Dinas Belantih, Desa Belimbing, Kecamatan Pupuan yang diterjang tanah longsor pada Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 01.00 Wita.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan tim ke lokasi untuk membersihkan material longsor yang menimbun kediaman korban.

Advertisement

Penanganan material longsor membutuhkan waktu cukup lama, mulai pukul 08.00 Wita hingga 13.15 Wita siang karena tebalnya ketebalan tanah. Pembersihan turut dibantu oleh aparat Desa Belimbing, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta warga sekitar.

”Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun halaman rumah dan sebagian ruangan rumah milik Seribulih tertutup material longsor,” ujar Trisna pada Rabu, 4 November 2026.

Menurut Trisna, peristiwa longsor terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Pupuan sejak dini hari. Lahan persawahan yang berada tepat di atas posisi rumah korban tergerus air hingga akhirnya longsor menghantam bangunan di bawahnya.

Beruntung tembok rumah korban cukup kokoh menahan gempuran tanah. Namun material tanah tetap memenuhi halaman dan sebagian masuk ke dalam ruangan.

”Korban selamat saat peristiwa terjadi. Saat itu korban tengah tertidur di dalam rumah bersama keluarganya,” jelasnya.

Guna mengantisipasi longsor susulan jika hujan deras kembali turun, BPBD mengimbau korban untuk mengungsi sementara waktu ke rumah kerabat.

”Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang bermukim di daerah rawan longsor. Jika kondisi dinilai tidak aman saat hujan lebat, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” pungkasnya. [*]

Advertisement
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali

Artikel Terkait

Pohon Tumbang Tutup Jalur Denpasar-Gilimanuk, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

Pohon Tumbang Tutup Jalur Denpasar-Gilimanuk, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh

Pohon itu melintang menutup total badan jalan di sebelah timur Batalyon TP Gilimanuk pada Rabu, 4 November 2026 pagi.

Dihantam Hujan Deras dan Angin Kencang, Atap Rumah Bantuan Pemkab di Pupuan Ambruk

Dihantam Hujan Deras dan Angin Kencang, Atap Rumah Bantuan Pemkab di Pupuan Ambruk

Musibah bencana alam terus melanda wilayah Kabupaten Tabanan akibat tingginya curah hujan yang disertai angin kencang.

Akses Jalan Baturiti Sempat Lumpuh Total 16 Jam Akibat Longsor

Akses Jalan Baturiti Sempat Lumpuh Total 16 Jam Akibat Longsor

Memasuki musim hujan yang melanda sejak akhir Oktober hingga awal November 2026, sejumlah kejadian bencana alam terpantau masif terjadi di berbagai titik.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer