Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem, Pemkab Tabanan Tambah Anggaran BTT BPBD Rp 1 Miliar

J
Penulis: Juliadi Radar Bali❯
BEBERKAN POTENSI BENCANA : Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri. (foto: Juliadi)
BEBERKAN POTENSI BENCANA : Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri. (foto: Juliadi)

Advertisement

TABANAN, Radar Bali.id – Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat mengantisipasi potensi bencana alam di tengah musim hujan.

Pemkab memberikan suntikan tambahan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2025/2026.

Advertisement

Penambahan anggaran BTT ini dilakukan guna mengantisipasi segala kebutuhan mendesak di lapangan. Khususnya dalam penanganan bencana alam seperti angin puting beliung, banjir, dan tanah longsor yang kerap mengintai wilayah Kabupaten Tabanan selama musim penghujan.

Kepala BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, menyatakan bahwa tambahan dana BTT dalam APBD perubahan kali ini sebesar Rp 1 miliar. Sebelumnya, dalam APBD induk, anggaran BTT yang dikelola BPBD tercatat sebesar Rp 2,9 miliar.

Namun, anggaran awal tersebut telah habis terserap untuk penanganan berbagai insiden bencana alam yang terjadi sebelumnya, termasuk penyaluran bantuan perbaikan infrastruktur yang rusak.

Advertisement

 ”Dengan tambahan anggaran Rp 1 miliar tersebut, total anggaran BTT kini menjadi Rp 3,9 miliar,” ujarnya pada Sabtu, (31/10/2026).

Menurutnya, dana tambahan ini akan difokuskan untuk menghadapi ancaman bencana selama musim hujan, serta mendukung kegiatan yang bersifat kedaruratan dan tidak terduga. Termasuk penanganan cepat dampak bencana seperti tanah longsor, angin kencang, dan banjir susulan.

”Adanya penambahan anggaran BTT tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan penanganan kondisi darurat serta membantu masyarakat yang terdampak bencana sesuai kebutuhan dan mekanisme yang berlaku,” jelas Srinadha Giri.

Sejauh ini, di tengah musim hidrometeorologi yang telah tiba, pihaknya mencatat sudah terjadi sekitar 10 titik bencana alam di Tabanan, dengan dominasi kejadian berupa tanah longsor.

Menghadapi puncak musim hujan yang diprakirakan berlangsung dari Oktober hingga Desember mendatang, BPBD telah menyiagakan sebanyak 47 personel Tim Reaksi Cepat (TRC). Puluhan petugas tersebut dibagi dalam sistem kerja shift. ”Tim ini on call 24 jam untuk siaga menghadapi kondisi darurat bencana,” pungkasnya. [*]

Advertisement

Artikel Terkait

Tebing Sawah Longsor Terjang Rumah Warga, BPBD Tabanan  Imbau Waspada Potensi Bencana

Tebing Sawah Longsor Terjang Rumah Warga, BPBD Tabanan Imbau Waspada Potensi Bencana

Musibah bencana alam akibat cuaca ekstrem terus mengintai wilayah Kecamatan Pupuan, Tabanan.

Masih Misteri, Pencarian Bangkit Mubarok dan Sascha Erich Schubery Diperluas Hulu ke Hilir Sungai

Masih Misteri, Pencarian Bangkit Mubarok dan Sascha Erich Schubery Diperluas Hulu ke Hilir Sungai

Dua penghuni glamping yang diduga terseret bersama bangunan penginapan Bangkit Khoirul Mubarok dan Sascha Erich Schubery asal Jerman hingga kini belum ditemukan, misteri belum tersingkap

Tragedi Longsor Eco Park Pelaga, Pencarian Dievaluasi Setelah 7 Hari

Tragedi Longsor Eco Park Pelaga, Pencarian Dievaluasi Setelah 7 Hari

Proses pencarian dua korban hilang akibat tanah longsor di akomodasi wisata Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, akan difokuskan selama tujuh hari ke depan sebelum evaluasi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer