TABANAN, RadarBali.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tabanan kembali menjadi sorotan. Dalam sidak yang dilakukan Komisi IV DPRD Tabanan di SDN 2 dan SDN 3 Desa Jegu, Penebel, Rabu (4/3/2026), anggota dewan menemukan adanya ketimpangan komposisi menu antar sekolah.
Temuan paling mencolok adalah absennya susu dalam paket makanan siswa, padahal susu merupakan komponen wajib dalam standar "Empat Sehat Lima Sempurna". Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berdalih adanya kendala stok dari distributor.
Namun, alasan tersebut ditolak mentah-mentah oleh Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana.
"Kalau sekolah lain bisa dapat susu, kenapa di sini tidak? Ini menciptakan standar gizi yang berbeda. Jika distributor utama macet, cari cadangan. Susu itu wajib ada," tegas Wastana.
Selain soal menu, anggota Komisi IV Ni Made Trisnawati menyarankan adanya alternatif protein seperti kacang hijau atau susu kedelai jika kendala teknis benar-benar buntu.
Dewan juga menekankan pentingnya higienitas dapur untuk mencegah keracunan massal, termasuk memastikan kesehatan para petugas SPPG. Menindaklanjuti temuan ini, Komisi IV berencana memanggil 31 SPPG di seluruh Tabanan dalam rapat kerja evaluasi untuk menyeragamkan SOP pelayanan.[*]
Editor : Hari Puspita