Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dinaikkan, Dana Kreativitas Ogoh-Ogoh di Badung Per Sekaa Teruna Rp 15 Juta!

Hari Puspita • Senin, 6 Februari 2023 | 00:03 WIB
Ilustrasi ogoh-ogoh: foto:istimewa
Ilustrasi ogoh-ogoh: foto:istimewa
MANGUPURA Radar Bali.id – Kabar gembira bagi sekaa teruna, yowana di Badung. Sebelumnya Pemkab Badung Dinas Kebudayaan Badung telah merancang untuk memberikan dana kreativitas yowana dan sekaa teruna dalam pembuatan ogoh-ogoh Rp 10 juta.

Namun dalam perjalanannya dana kreativitas tersebut dinaikkan menjadi Rp 15 juta per yowana dan sekaa teruna. Pemberian bantuan dana kreativitas akan disalurkan pada 14 Februari 2023 mendatang di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung langsung oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta.

Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha,  tak menampik bahwa bantuan dana kreativitas dinaikkan. Memang semula dirancang mendapat Rp 10 juta per sekaa teruna atau yowana. Namun akhirnya setelah dilakukan kajian pemberian bantuan tersebut dinaikkan menjadi Rp 15 juta.

“Pemberian dana kreativitas kepada yowana dan sekaa teruna di Kabupaten Badung  sesuai arahan Bapak Bupati Badung dinaikkan dan masing-masing sebesar Rp 15 juta, sehingga para yowana dan sekaa teruna maksimal dalam berkarya. Bantuan ini akan diserahkan pada 14 Februari nanti. ” ujar Sudarwitha belum lama ini.

Di Kabupaten Badung terdapat 584 yowana dan sekaa teruna. Namun untuk memudahkan verifikasi dan cek ricek kelengkapan proposal dan yowana dan sekaa teruna, pelayanan dilakukan per kecamatan.

“Kami terima bertahap karena jumlahnya 584 proposal, agar teliti dalam verifikasi. Kami terus berproses,” jelas Mantan Camat Petang ini.

Lebih lanjut, setelah menerima dana kreativitas, yowana dan sekaa teruna wajib membuat ogoh-ogoh. Nanti ogoh-ogoh tersebut akan dilombakan dan dinilai hingga final di tingkat kabupaten. “Jadi mereka harus membuat ogoh-ogoh, karena memang ogoh-ogoh ini sebagai penanda,” katanya.

Imbuhnya, beberapa kriteria yang wajib dipatuhi peserta antara lain tinggi ogoh-ogoh, yakni maksimal lima meter diukur dari atas alas atau kotak. Kemudian, ogoh-ogoh terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan.

Tidak diperbolehkan menggunakan styrofoam, spons, dan plastik sekali pakai. Bentuk ogoh-ogoh juga diatur harus bercirikan tradisi Hindu Bali dengan tidak menampilkan unsur politik, SARA, dan pornografi.

“Wujud ogoh-ogoh dapat berupa Santa Rupa (figur Dewa) atau Rudra Rupa (figur Raksasa). Kami juga meminta narasi atau sinopsis ogoh-ogoh dipajang pada saat penilaian.Pada saat penilaian juga keputusan tim juri berlaku mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” pungkasnya. [made dwija putra/radar bali] Editor : Hari Puspita
#dana ogoh-ogoh #ogoh-ogoh #yowana #sekaa teruna