Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Parah, Kemacetan di Jalan Uluwatu 1, Bendesa Desak Wujudkan Jalan Alternatif, Begini Faktanya

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Senin, 28 Agustus 2023 | 14:00 WIB

MANGUPURA,radarbali.id- Pulihnya pariwisata Bali mulai dirasakan dengan padatnya jalan menuju ke obyek wisata. Salah satunya di Jalan Uluwatu I yang menghubungkan Jalan By Pass Ngurah Rai menuju Pantai Jimbaran dan Kedonganan. Sekaligus merupakan jalan menuju ke Uluwatu, Ungasan, dan Pecatu

Kemacetan pun kembali menjadi permasalahan yang harus diatasi di sekitar Jalan Uluwatu I. Bendesa Adat Jimbaran, I Gusti Made Rai Dirga Arsana Putra ungkap tim pengusul telah mengajukan rencana jalan alternatif dalam mengatasi kemacetan.

"Kalau progres yang saya tahu, kita ada tim pengusul rencana jalan alternatif untuk memcah kemacetan di Jalan Uluwatu I. Setelah tim terbentuk, kita melapor ke Pak Bupati," ungkapnya.

 Baca Juga: Prolanis, Edukasi Lansia Penderita Diabetes dan Hipertensi Hidup Sehat di Klinik Anugerah

Bupati Badung dan jajaran pun merespon dengan sangat antusias, setelah melihat apa yang terjadi di Jalan Uluwatu I. 

"Memang betul-betul krodit, terlebih sekarang pariwisata sudah normal. Jadi untuk waktu tempuh Jimbaran ke Uluwatu rata-rata sekarang perlu waktu satu jam lebih," sambungnya.

Hal ini tentu sangat mengganggu ke depannya. Atas respon positif dari Pemkab Badung, pihaknya melakukan sosialiasi ulang kepada masyarakat Jimbaran, terutama pada nelayan terkait dengan rencana pembukaan pantai dan terbukanya akses baru. Akses ini disebutnya bisa menghubungkan Jalan Uluwatu I dengan pesisir pantai.

 Baca Juga: Momentum HUT Kemerdekaan RI, Wisba Bali Jalin Harmonisasi Bangsa Tabur Bunga di TMP Margarana Tabanan

Adapun progresnya hingga saat ini yang akan dimulai di bulan September atau awal Oktober yakni penataan kawasan di pinggir pantai.

"Sehingga nanti badan jalan yang akan ditetapkan memang betul-betul terbebas dari pemilikan lahan. Untuk wilayah di tepi pantai, nelayan, para pedagang souvenir, cafe, semua sudah sepakat untuk segera menerima penatan ini," ungkapnya.

Penataan ini nantinya mempermudah akses masuk ke pantai ketika Jalan Uluwatu I semakin krodit. Dengan demikian, wisatawan yang ingin mampir menikmati kuliner di Jimbaran tentu akan lebih nyaman .

 Baca Juga: Menang Atas Barito Putera, Bali United Naik Ketiga Besar Klasemen Liga 1, Ini Kata Kedua Pelatih

Terkait dengan teknis lebih lanjut, pihak desa sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung melalui tim lapangan. Termasuk mengenai gambar hingga spesifikasi teknis yang akan digunakan, semua sudah berada di tangan tim Dinas PUPR Badung.

Untuk diketahui, jalan alternatif ini sudah diusulkan di tahun 2014 lalu. Alasan yang paling mendasar adalah sering terjadinya kecelakaan di tanjakan Jalan Uluwatu I. Bahkan pernah ada kejadian rem blong yang akhirnya memakan banyak korban.

"Melihat dari kondisi seperti itu, akhirnya kita harus punya alternatif. Sehingga nanti jalan raya dari Jimbaran, Kuta, Nusa Dua ke arah Uluwatu bisa ada alternatif yang mengimbangi kepadatan ini," kata Rai Dirga.

 Baca Juga: Kompetisi Bio Farma x MIT Hacking Medicine: Top! Ada Peserta Temukan Makanan untuk Pasien Kemoterapi

Terutama ketika jam-jam sore atau jam padatnya pengunjung ke Uluwatu. Terlebih dengan dibukanya akses sekarang di Pantai Pandawa dan Pantai Melasti, sehingga tingkat kunjungan ke daerah selatan semakin tinggi dan mau tidak mau pasti melalui Jimbaran.

Pemecah kemacetan tersebut diusulkan dari Uluwatu turun ke Jimbaran melalui arah barat, melalui Labuan Sait, tembus ke Ayana, dan kemudian turun ke Jimbaran.

"Sehingga nanti di Jimbaran baru dia menjadi alur yang bisa diatur satu arah atau bagaimana sebaiknya. Sehingga kemacetan tidak di jalan tanjakan ini," tuturnya.

 Baca Juga: Catat!! Polda Bali Serukan Waspadai 6 Jenis Penipuan Online, Apakah Anda Pernah Mengalami?

Dari desa adat tentunya tidak inginkan kemacetan berkepanjangan di kawasan wisata, terutama di Pantai Balangan, Pantai Melasti, Pantai Pandawa, termusuk kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang akan terus menjadi tujuan kunjungan wisatawan. Khususnya bagi wisatawan domestik yang menggunakan bus.

"Itulah alasan yang paling mendasar dari tim kita di desa, kelurahan, dan LPM untuk bagiamana caranya Pemkab Badung lebih awal melakukan antisipasi. Jangan sampai kondisi di Canggu terulang lagi di wilayah selatan," tuturnya.

Properti-properti kecil seperti villa dan homestay di sekitaran Uluwatu pun saat ini sudah menghasilkan kunjungan wisatawan manjanegara (wisman) yang sangat padat dan tak jarang mereka menikmati kuliner di sepanjang Jalan Uluwatu I.

 Baca Juga: Menelisik Fakta Toko Kelontong Madura (6): Ikuti Jejak Saudara, Ada yang dari Kuningan

Penataan di Jimbaran pun sudah dianggarkan di tahun 2015. Namun rencana tersebut belum menemui jalan keluar lantaran adanya usulan dari pemilik hotel ataupun beberapa pihak lainnya yang mungkin memperkirakan bisnis atau kegiatan aktivitasnya mengguakan tepi pantai agak terganggu.

Pada rencana penataan kali ini, Bupati Badung maupun Dinas PUPR sedang mencarikan alternatif yang terbaik agar tidak mengganggu para pemilik lahan dan properti, tetapi juga tidak menghambat adanya alur alternatif.

"Di mana kunjungan wisatawan di daerah selatan Badung yang dalam tanda kutip merupakan kawasan yang premium, obyek-obyek pariwisata banyak di sana. Ini adalah penghasilan pajak Badung yang cukup tinggi," sebutnya.

 Baca Juga: Tentang Toko Kelontong Madura yang Buka 24 Jam di Bali

Oleh karena itu, dirinya merasa jalan alternatif ini perlu dilakukan demi terwujudnya pariwisata berkelanjutan atau sustainable toruism. Sehingga tidak membuat orang bosan karena macet atau menghindari datang ke sana karena macet.

"Rasanya sekarang tidak ada yang tidak setuju, karena itu untuk jangka panjangnya urgent sekali. Kalau nanti kita terlambat, maka nilai tanah untuk pembeebasan akan semakin tinggi dan semakin susah mencari akses di mana kosong lahannya," paparnya.

Alur alternatif ini juga berdampak pada wilayah yang sebelumnya belum bisa berkembang, akan berkembang karena didukung view dari sejumlah pantai. Untuk pemerintah, terbangunnya jalan alternatif ini diyakininya dapat menghasilkan devisa dan pendapatan dari Pajak Hotel dan Restoran (PHR).

 Baca Juga: Lagi, Wisatawan Terpeleset di Pantai Kelingking hingga Patah Tulang

Lebih lanjut, dari pihak Pemkab Badung rencananya akan disiapkan multiyear dari tahun 2023 dan 2024. Sementara penataan tepi pantai di Jimbaran ditargetkan rampung terlebih dahulu.

"Kami targetnya tahun ini mestinya akses di tepi pantai sudah bisa digunakan. Kalau di Jalan Uluwatu I di pusat Desa Jimbaran ada kegiatan (seperti piodalan, red) bisa langsung tembus Kedonganan melalui jaur pantai. (Sehingga jalan alternatif, red) sangat kita butuhkan, solusi yang sangat kita butuhkan," ujarnya. ***

Editor : M.Ridwan
#Jalan Altermatif #jalan macet #macet #Jalan Uluwatu